NgamprahPolitikRagam Terkini

“Raihan WTP Menjadi Spirit Berkarya Nyata Wujudkan Cita-cita Pemekaran”

NGAMPRAH– KBB pecah “telur”. Di usia remaja 13 tahun, KBB mendapat kado istimewa berupa predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2019 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.

Predikat WTP dari BPK RI, menjadi kado terindah di HUT ke-13 KBB. Ketegangan nampak, dari orang nomor satu di KBB ini, menyaksikan detik-detik BPK mengumumkan hasil penilian di layar monitor secara virtual.

Tak ayal, begitu diumumkan, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna bersama Ketua DPRD KBB, Rismanto, Sekda Bandung Barat, Asep Sodikin beserta jajaran kompak mengucapkan “Alhamdulillah” diikuti oleh seluruh jajaran kepala dinas yang ikut menyaksikan. Tampak jelas WTP untuk KBB dalam layar monitor itu.

Perjuangan itu tidaklah mudah, penantian itu lama 13 tahun. Masa kepemimpinan, Akur (Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan) KBB baru bisa pecah telur.

“Saya sangat paham meraih opini WTP tidaklah mudah dengan berbagai masalah yang ada. Saya berharap raihan WTP tahun ini menjadi spirit untuk berkarya nyata agar cita-cita pemekaran bisa betul- betul terwujud,” ujar Pendiri KBB, Asep Suhardi menanggapi raihan WTP yang disandang KBB, Sabtu (27/6/2020).

Namun Ado berperpesan, walaupun KBB sekarang sudah WTP, bukan berarti harus berpuas diri. “Sebab kekurangan pasti masih ada, makanya tidak boleh berleha-leha. Kita perbaiki sedikit-sedikit semua yang masih jadi kekurangan,” kata Ado.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna nampak bahagia, begitu BPK RI menyampaikan KBB meraih WTP untuk LKPD 2019.

“Alhamdulillah menginjak usia 13 tahun Kabupaten Bandung Barat meraih WTP. Setelah sebelumnya tiga kali discalemer dan 8 kali Wajar Dengan Pengecualian (WDP),” kata Bupati Umbara di Ngamprah, Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, capaian WTP menunjukkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) dengan baik.

“Mereka (ASN) mampu mengimplementasikan jargon Lumpaat. Ini juga menjadi anugrah bagi kita semua di tengah pandemi Covid-19,” tandasnya. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close