Ramul : “Perencanaan Relokasi Pasar Sementara Tagog Padalarang Amburadul”

NGAMPRAH– Relokasi sementara Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat menuai kontroversi. Bagaimana tidak, rekokasi itu akan memakan badan jalan raya nasional Padalarang.

Pasar tersebut dibagun di bahu jalan yang dipastikan akan menimbulkan kemacetan juga mengganggu ketertiban umum.

“Jelas pembangunan pasar di bahu jalan sangat mengganggu pengguna jalan,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan KBB, H. Rahmat Mulyana, Selasa (4/8/2020).

Rahmat tetap menyarankan kepada Pemkab Bandung Barat, untuk mencari tempat relokasi pasar sementara yang layak. “Kalau layak kan tidak mengganggu ketertiban umum. Ini kan di bahu jalan jelas pasti macet,” tuturnya.

Pihaknya tetap meminta kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Satpol PP mencari jalan keluar agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Penataan harus terencana dengan baik. Jangan sampai ada pembangunan tapi mengganggu ketertiban umum,” ungkapnya.

Rahmat pun menilai, langkah Pemkab Bandung Barat untuk revitalisasi pasar sangat diharapkan oleh masyarakat. Namun politisi PDI Perjuangan ini tetap mengingatkan kepada pemda agar pembangunan tidak mengganggu ketertiban umum.

Soal tidak adanya lahan yang tidak disewakan untuk relokasi pasar sementara seperti dilontarkan disperindag, Rahmat menilainya bukan alasan yang tepat. “Pemda tetap mesti tanggung jawab karena semua pembangunan sudah direncanakan dengan matang,” katanya.

Terkait itu pula, Rahmat menilai, ada perancanaan pembangunan yang kurang matang oleh pemda. “Ini ada perencanaan yang tidak bener dari awalnya. Makanya ketika ada hambatan mesti ada solusi,” pungkasnya.

Ramul yang saat ini menempati Komisi IV khawatir, pasar di tempat yang tidak layak bertentangan juga dengan protokoler pencegahan Covid-19. “Jangan sampai tempat tidak layak akan menimbukan klaster baru penularan corana. Ya sebaiknya cari tempat yang layak demi kesehatan juga,” pungkasnya. ****


Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *