Artikel

Refleksi 15 Tahun KBB, di Samping Keberhasilan Perlu Perbaikan

ISTILAH refleksi banyak arti dan makna, seperti dimaknai sebagai cerminan atau pantulan, gambaran, kilas balik, evaluasi dan sebagainya. Dalam tulisan pertama ini saya mencoba memberi gambaran makro yang bernuansa positif tentang apa yang telah diperbuat pemimpin KBB selama 15 tahun usia KBB dengan mengenyampingkan ekses yang terjadi.

Periode pertama 2008-2013 dan kedua 2013-2018 KBB dipimpin oleh Abubakar yang berlatar belakang birokrat.

Meskipun pada tiga tahun pertama kepemimpinannya kinerja pengelolaan keuangan Daerah mengalami kondisi yang kurang baik, yang berdasarkan LHP BPK memperoleh Opini “Disclaimer”, yang bermakna bahwa BPK tidak memberikan opini karena tidak ditunjang oleh penyajian data yang memadai.

Namun beliau secara bertahap mampu memperbaiki diri sehingga kinerja pengelolaan keuangan Daerah tahun berikutnya lebih baik sehingga memperoleh Opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian).

Beliau mampu menciptakan iklim kondusif baik secara horizontal hubungan Pemerintah Daerah dengan DPRD, dan unsur Muspida (Forkopimda), maupun secara vertikal dengan unsur publik.

Hasil karya yang terbilang cukup monumental saat kepemimpinan beliau adalah mampu membangun kompleks gedung perkantoran Pemda KBB yang representatif, dengan menelan biaya 182 Milyar dengan beban APBD melalui mekanisme tahun jamak atau lebih dari satu tahun anggaran, dan pembangunan Masjid Agung Assidiq.

Selain itu, rencana pembangunan gedung DPRD dari sisi dokumen perencanaan sudah tuntas, tinggal pelaksanaannya.

Periode berikutnya 2018-2023 KBB dipimpin oleh Aa Umbara. Prestasi yang ditorehkannya pertama kali KBB mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) pada LHP BPK 2021.

Merupakan opini tertinggi dalam capaian kinerja pengelolaan keuangan daerah termasuk kategori tertib pengelolaan APBD 2020. Mendapat penghargaan dari MenPAN & RB atas prestasi pembinaan Kepegawain dengan penerapan sistem merit, dan pelaksanaan pembangunan gedung DPRD KBB.

Mengingat saat pilkada 2018 beliau banyak memberikan janji dan harapan kepada masyarajat. Sementara kemampuan keuangan daerah tidak memungkinkan memenuhinya, maka beliau melakukan terobosan mengambil kebijakan pinjaman dana kepada BUMN PT. SMI sebesar Rp 285 M yang harus dilunasi selama tiga tahun sampai akhir masa jabatannya untuk mendanai pembangunan jalan wilayah selatan.

Di samping itu beliau berhasil melakukan kolaborasi dengan pihak manajemen PT. KCIC memanfaatkan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Cikalongwetan, dan pembangunan Jalan Cipada Cikalongwetan – Lembang.

Hengky Kurniawan Wakil Bupati, melanjutkan kepemimpinan di KBB dengan kedudukan sebagai Pelaksana tugas (Plt ) Bupati.

Langkah prioritas pembangunan diarahkan pada pelaksanaan pembangunan jalan wilayah selatan yang memanfaatkan dana pinjaman, penyelesaian pembangunan gedung DPRD.

Hasil karya orisinalnya adalah penataan Alun-alun Cililin dengan arsitektur miniatur Madinah, dalam rangka mengembangkan ciri wilayah Cililin (selatan) sebagai “kota Santri”, yang didanai APBD murni sebesar Rp 25 M.

Selama kepemimpinan beliau ini terasa penuh warna sebagai bentuk dinamika dan dialektika pemerintahan baik yang berkaitan dengan hubungan Plt. Bupati dengan DPRD, maupun unsur publik sebagai pemangku kepentingan.

Inilah garis besar kinerja yang ditoreh para Bupati Bandung Barat selama 15 tahun usia KBB. Sudah barang tentu di samping keberhasilan yang dicapai terdapat pula permasalahan yang memerlukan perbaikan dan solusi penanganannya kedepan, terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan yang mencakup aspek regulasi, pemberdayaan, pelayanan, pembangunan, dan perlindungan masyarakat, yang akan dibahas pada tulisan berikutnya. Wallohu A’lam. (djamukertabudi).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top