Residivis Spesialis Curanmor Tersungkur Didor

 

CIMAHI-Spesialis Curat Curas Curanmor (3C) yang kerap beraksi di wilayah Cimahi dan sekitarnya tersungkur ditembak Polisi. Residivis penjahat jalanan tersebut  tak berkutik saat tim khusus (Timsus) Sat Reskrim Polres Cimahi mencokoknya di persembunyiannya belum lama ini.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana menyebutkan, AH ini merupakan penjahat kambuhan dan sudah menjadi target operasi (TO) Polres Cimahi. Setelah buron beberapa lama akhirnya, Timsus bisa menangkapnya.

“Dia ini spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian dengan pemberatan (Curat),” kata Rusdy.

Hingga kini Sat Reskrim Polres Cimahi masih terus memburu komplotan AH ini. Mereka sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tertangkap.

Rusdy mengaku, setiap beraksi AH yang merupakan residivis kasus yang sama selalu membekali dirinya dengan senjata tajam (sajam). Terbukti, saat ditangkap anggotanya berhasil mengamankan dua bilah pisau.

“Bahkan saat ditangkap dia berusaha melawan anggota. Kita langsung berikan tindakan tegas dan terukur, kaki kirinya kita tembak,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Niko N Adiputra mengatakan, AH ini merupakan spesialis penjahat jalanan atau Curas. Dia kerap membawa sajam tiap kali melakukan aksinya.

“Dia tak segan-segan melukai korbannya jika melawan. Pisau yang dibawanya dipakai untuk melukai korbannya jika melawan,” katanya.

Nicko menyebutkan, AH dan komplotannya ini sudah berkasi lebih dari 50 tempat kejadian perkara (TKP). Dalam sehari dia bisa melakukan aksinya tiga hingga empat kali.

Modusnya, setiap beraksi dia berkeliling di jalanan untuk mencari mangsanya. Jika menemukan dia langsung beraksi, bahkan dalam perjalanan pun dia bisa beraksi jika menemukan kesempatan.

“Sasarannya siapa saja, ketika ada kesempatan dia langsung beraksi,” ujarnya.

Selain mengamankan AH, petugas juga menyita beberapa barang bukti, dua unit sepeda motor, dua bilah pisau dan satu sarungya, beberapa unit hape berbagai merek dan jenis, serta uang tunai hasil penjualan barang-barang yang dirampasnya. Akibat perbuatannya, AH dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang  pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *