Rian : “Akses Permodalan Sangat Penting dalam Recovery Ekonomi”

SOREANG– Destinasi wisata di Kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung menjadi kunjungan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Rian Firmansyah baru-baru ini. Rian mengunjungi bumi perkemahan juga Kawah Putih di Kawasan Wisata Objek Wisata Alam Ciwidey.

Tak hanya itu, Rian juga bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif masyarakat petani kopi di Desa Gambung Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kunjungan itu, Rian menyambangi tiga tempat dalam menyerap aspirasi masyarakat yakni masyarakat di Kecamatan Ciwidey, Rancabali, dan Pasir Jambu.

Dalam kesempatan itu, banyak hal yang disampaikan oleh masyarakat terutama masa pendemi Covid-19, sektor pariwisata tentunya yang paling terdampak, juga para pelaku ekonomi kreatif.

Rian mengatakan, jika para pelaku ekonomi kreatif masih terseok-seok dalam pemulihan ekonomi untuk kembali kondisi normal. “Ini perlu dilakukan bertahap. Sebetulnya pemerintah sudah mengemas program atau stimulan kepada para pelaku ekonomi kreatif atau pemangku kepentingan pariwisata,” ungkap Rian ditemui, Sabtu (1/8/2020).

Rian mengatakan, akses permodalan
menjadi penting, baik untuk pelaku ekonomi kreatif maupun pariwisata dalam bentuk subsidi langsung. Contohnya saja, adalah pegiat industri rumah tangga yang belum mampu membayar perpanjangan izin industri rumah tangga. “Biaya itu akhirnya lebih baik dialihkan untuk produksi dari pada perpanjangan izin yang sudah habis masa berlakunya,” ungkapnya.

Rian pun meminta kepada pemerintah daerah agar lebih detail soal pendataan terkait inventaris permasalahan yang saat ini dihadapi oleh para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata. “Itu dimaksudkan agar program dan kebijakan dari pemerintah tepat sasaran,” sebutnya.

Seperti diketahui pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Perppu ini merupakan upaya untuk penanganan dampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang menyasar perekonomian nasional.

Melalui Perppu tersebut, pemerintah telah memutuskan untuk menambah anggaran belanja sebesar Rp 405,1 triliun di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

“Nah di sini pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tepat sasaran dalam penyaluran bantuan jangan sampai dobel sudah dibantu oleh pusat masih dapat juga bantuan dari pemerintah daerah,” tandasnya. ****

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *