GUNUNGHALU– Ribuan santri bersalawat mengiringi kepergian sosok ulama kharismatik dari Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), KH Ade Syamsudin yang meninggal dunia pada Kamis (30/07/20) pukul 21.45 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Tak ketinggalan, ucapan bela sungkawa pun datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), PKB juga Ansor KBB.

“Minta doanya dari semua, semoga beliau khusnul khotimah. Amin,” ujar Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi yang masih ada keterikatan keluarga dengan almarhum.

Melansir dari Santripedia.com, kabar duka itu datang dari putra tertua beliau, Ceceng Busyrol Karim.

“Leres pun rama ngantunkeun nembe tabuh 21.45 di RS Hasan Sadikin. Mudah-mudahan mantenna ditampi iman Islamna, ngantunna Insyaallah khusnul khotimah,” tulis Ceceng sebagaimana dilansir dari media sosialnya.

Menurut beberapa sumber, penyebab meninggalnya pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah Al-Amiriyah tersebut adalah karena penyakit yang dideritanya beberapa tahun terkahir ini.

KH. Ade Syamsudin merupakan salah satu tokoh pesantren di Kecamatan Gununghalu. 

Sejak kecil, Ajengan Ade sudah dikenalkan dengan pendidikan pesantren. Setelah tamat SD, Ajengan Ade nyantri di Pondok Pesantren Mafazah Assalafiyah Sindangkerta hingga beliau dewasa.

Setelah menikah, Ajengan Ade bersama istrinya mengembangkan Pondok Pesantren serta lembaga sekolah yang beralamat di Kampung Legok Gombong, Kecamatan Gununghalu.

Semasa hidupnya, ajengan Ade tercatat pernah memimpin organisasi Ansor dan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Gununghalu. ****

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *