RSUD Cikalongwetan Nambah Dana Rp 17 Miliar

RAMPUNGKAN PEMBANGUNAN: Bupati Bandung Barat didampingi Direktur RSUD Cikalongwetan dr Ridwan Abudullah tengah menyapa salah seorang pasien rawat inap. Untuk memaksimalkan pelayanan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali mengucurkan dana Rp17 miliar penyelesaian pembangunan RSUD Cikalongwetan.

NGAMPRAH- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali mengucurkan Rp17 miliar penyelesaian pembangunan RSUD Cikalongwetan. Anggaran berasal dari APBD 2018 itu akan digunakan melengkapi beberapa alat kesehatan (alkes) dan tenaga medis.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan, untuk menyempurnakan pelayanan kesehatan dan mengejar status Tipe-C, RSUD Cikalongwetan butuh kelengkapan alat kesehatan (alkes), operasional tenaga kontrak juga memasang bronjong di belakang bangunan rumah sakit.

” Hasil visitasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, RSUD Cikalongwetan memang belum siap melayani secara full. Masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi untuk naik menjadi Tipe-C,”ungkap Abubakar saat meninjau langsung RSUD Cikalongweta Rabu (18/10/2017).

Sebagai rumah sakit tipe C, terang Abubakar, minimalnya harus ada 130 tempat tidur sementara yang dimiliki sekarang baru 80 tempat tidur. Namun demikian Bupati memastikan, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat jalan bisa dilakukan.

“IGD dan rawat jalan sudah bisa dilayani, bahkan untuk kasus tertentu seperti tipes ada yang rawat inap,” ujar Bupati.

Abubakar menjelaskan, pembangunan dan penyediaan Alkes RSUD ketiga setelah Cililin dan Lembang telah menghabiskan anggaran Rp 146 miliar. Setidaknya untuk syarat menjadi Tipe-C Cikalongwetan butuh Rp 2,2 Miliar dan akan rampung di awal 2018.

“Hanya tinggal penyempurnaan saja. Suatu kebanggaan insfrastruktur kesehatan telah terjangkau masyarakat, bahkan RSUD Cikalongwetan ini pemanfaatnya bisa dari Purwakarta juga,”tandasnya.

Ditempat sama, Direktur RSUD Cikalongwetan dr. Ridwan Abdullah Putra menambahkan, sesuai target pada Maret 2018 pelayanan kesehatan 100 persen bisa dilakukan.

“Saat ini sudah mencapai 75 persen, tetapi itu sudah melayani pasien rawat inap, rawat jalan dan IGD,” ungkap Ridwan. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *