Rumah Almarhum Ayah Sule Masih Didatangi Pelayad

BERDUKA: Komedian Sule dan anaknya Rizki Febian tengah menggotong keranda jenazah almarhum Abah Dodo Mulyana menuju pemakaman.

CIMAHI Rumah almarhum ayah Sule Dodo Mulyana (69) masih saja terus dibanjiri pelayad. Bahkan rencana, malam ini akan menggelar tahlil bersama.

Sebelumnya artis komedian papan atas Entis Sutisna (Sule) berduka. Dodo Mulyana (69) ayah dari pelawak ini meninggal dunia Rabu (11/10) sekitar pukul 07.30 Wib.

Sule yang pada saat itu sedang berada di Jakarta, langsung pulang ke rumanya di Jalan Kamarung Kecamatan Cimahi Utara. Ia tiba di kediamannya sekitar pukul 11.00 Wib.

Keluarga, kerabat hingga tetangga, semua berdatangan ke rumah orang tua Sule untuk membacakan doa-doa kepada Almarhum Dodo.

Usai membacakan doa, Sule pun keluar menyalami warga yang datang melayat.
“Hatur nuhun ka sadayana,” ucap Sule, kala itu.

 

Menurut dia, sosok Abah (Alamarhum), sangat luar biasa bagi dirinya. “Abah mendidik anaknya semua dengan baik, orangnya sabar, tidak pernah banyak mengeluh,” ungkapnya.

Sebelum ayahanda Sule meninggal dunia, pernah terlontar sebuah pesan minta dibelikan mobil berwarna putih. “Oke bah saya nanti beliin, sekarang saya ada urusan dulu,” ucapnya.

Selain mobil berwarna putih, lanjutnya, Abah pun ingin berkumpul bersama anak dan isteri Sule.

Sule mengaku memiliki firasat sebelum Abah meninggal. Saat itu dirinya kejatuhan binatang cicak. Mitosnya, kalau kejatuhan cicak malam hari ada keluarga yang meninggal.

“Saya sempat kaget, dan teringat Abah. Tapi akhirnya saya hiraukan aja, yang penting saya terus berdoa supaya abah cepat sembuh,” tuturnya.

Seminggu sebelumnya, tepat saat mendiang abah kembali dari rumah sakit pasca operasi, Sule sempat memandikan sang ayah.

“Jadi ingat waktu kecil, disuapin, dimandiin, dicebokin, sama abah. Pas abah sakit gantian saya mengurus abah,” ujarnya.

Sementara itu, anak dari Sule, Rizki Febian, mangatakan, saat itu dirinya sedang sibuk karena banyak pekerjaan.

“Mungkin ini rencana terbaik dari Allah buat abah, karena kalau abah sakit terus juga kasian,” ujarnya.

Kata dia, Abah Dodo diketahui mengidap hipertensi, hingga akhirnya stroke karena pembuluh darahnya pecah. Abah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Dustira, hingga kemudian pulang ke rumahnya, dan seminggu kemudian menghembuskan nafas terakhir.

“Kata dokter sih gitu. Tapi apapun hasilnya saya ikhlas. Semoga abah diterima Allah,” katanya.

Setelah sebelumnya disalatkan terlebih dahulu di Masjid Jami Nurussalam, Kamarung, sekitar pukul 13.00. Jenazah Abah Dodo pun digotong menggunakan keranda oleh Sule bersama anaknya dan keluarganya. Alamahum di makamkan di makam keluarga yang tak jauh dari rumahnya. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *