PADALARANG– Para Ketua RW di Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berkeluh kesah. Mereka mengadu kepada salah seorang Anggota DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan, Deni Setiawan terkait rencana pembangunan Pasar Tagog Padalarang sementara yang menggunakan bahu jalan.

“Betul. Para RW datang ke saya mereka mengeluhkan soal rencana pembangunan Pasar Tagog Padalarang sementara yang bakal menggunakan bahu jalan,” kata Deni kepada redaksi, Senin (3/8/2020).

Deni memastikan, penggunaan bahu jalan akan menimbulkan kemacetan arus lalu lintas yang cukup parah. “Saat ini saja sudah macet parah. Apalagi dibangun di bahu jalan tambah macet bisa sampai berjam-jam dari keluar tol hingga arah pasar. Yang mesti dipikirkan juga soal pengendalian Covid-19, jangan asal bangun saja,” kata Deni yang merupakan asli Kampung Poswetan Desa Kertamulya ini.

Deni pun menilai, pihak pemenang lelang dan Dinas Perdagangan dan Pendindustrian (Disperindag) tidak maksimal mencari lahan pembangunan Pasar Tagog Padalarang. “Jangan sudah gak dapat nyerah begitu saja. Perhatikan dampak sosialnya juga. Lagi pedagang akan merasa nyaman kalau ditempatkan semestinya,” ungkapnya.

Lain lagi pendapat yang dilontarkan pendiri KBB, Asep Suhardi. Pria yang akrab disapa Ado ini keukeuh, revitalisasi Pasar Tagog Padalarang harus segera dilaksanakan. “Soal lahan pasar sementara bisa dimana saja. Yang penting revitalisasi pasar segera terwujud,” ungkapnya.

Ado mengungkapkan, dorongan revitalisasi juga lantaran pedagang yang sudah memiliki izin pemakaian kios dan lapak, saat ini sudah sepi pembeli.

“Pemilik kios resmi yang berjualan di dalam saat ini sudah jarang pembeli. Kebanyakan pembeli ke kaki lima sepertinya para pembeli sudah malas masuk ke dalam pasar karena jalannya becek dan bau,” kata Ado.

Sehingga wajar, tambah Ado, para pedagang resmi yang mempunyai izin pemakaian kios dan lapak sudah sangat merindukan pembenahan Pasar Tagog.

“Dengan tertata masyarakat yang mau berbelanja kan nyaman pedagang pun jualannya bisa stabil,” tuturnya. ***


Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *