“Saya Enggak Mau Islah”

NGAMPRAH– Senin (26/10/2020) Calon Ketua IPSI KBB, Ayi Mukti mendapat undangan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Barat.

Prihal adalah silaturahmi. Dalam forum silaturahmi tersebut, Ayi mengaku, mempertanyakan surat yang dilayangkan soal keberatan hasil Muskab IPSI KBB.

“Semua lengkap. Tapi seolah-olah kita digiring ke sana itu seakan-akan udah islah mengakui Ketua IPSI terpilih Asep Hendra itu sah,” katanya kepada redaksi ragam daerah, Rabu (28/10/2020).

Dalam forum itu, Ayi mengaku mengucapkan “Innalilahi wa innailahi rojiun” dalam pembukaan sambutannya.

“Karena apa? Pertemuan ini dijadikan momentum sependapat atas arahan IPSI Jabar mengakui Asep Hendra sebagai ketua,” katanya.

Ayi pun sempat mempertanyakan acara tersebut. Namuan Ayi heran, acara silaturahmi ada indikasi penggiringan untuk mengakui Asep Hendra sebagai ketua IPSI KBB. “Katanya dalam forum jalan organisasi bebarengan. Kata saya tidak masalah kalau sepakat dengan forum semua saya kan mewakili forum, gak bisa,” kata Ayi.

Sikap Ayi tidak digubris dalam forum tersebut. Salah satu pendukungnya Denisswara mempertanyakan, adanya indikasi penjegalan dalam muskab, keabsahan IPSI kecamatan. “Saya gak mau islah. Jabat tangan saya gak mau, foto bersama saya gak mau cuman foto mau pulang aja,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Humas IPSI Jabar, Lulu Lukman mengatakan, Pengprov Jabar sudah memfasilitasi kedua kubu yang bertikai. “Sudah clear difasilitasi oleh Jawa Barat,” kata Lulu dihubungi.

Seperti dikutip dari portal berita silatjabar.com, Ketum IPSI Jabar, Phinera Wijaya bersyukur atas atensi dan jiwa besar semua yang terlibat dalam Muskab IPSI KBB termasuk pengurus.

“Sebenarnya, ini momentum bagus dengan kehadiran semua undangan. Disinilah, bentuk arti  dari silat itu sendiri, yaitu dengan selalu mengedepankan silaturahmi,” tutur Kang Icak panggilan akrabnya.

Untuk itu, Icak sependapat pertemuan tersebut sebagai pondasi membangun kesepakatan IPSI KBB yang lebih baik. Meski demikian perlu dibangun  kesepahaman dalam berorganisasi.

“Alhamdulillah, saya bersyukur semua dapat menyikapi persoalan dengan legowo. Sehingga mampu memahami dan menerima hasil Muskab, meski sedikit kurang puas. Namun, itulah dinamika organisasi,” kata Kang Icak pada Silatjabar.com,  Senin (26/10/2020).

Icak berpesan, agar kedua belah yang terlibat untuk selalu berkolaborasi dan bersinergi membangun IPSI KBB lebih baik lagi.

“Jaga tali persaudaraan, hapus perselisihan. Jadikan perbedaan menjadi persamaan dalam sinergitas membangun budaya Pencaksilat, hapus ego demi kemajuan dan prestasi,” pesannya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *