Sejumlah Jembatan di KBB Nyaris Ambruk

SEGERA DIPERBAIKI: Jembatan Bonceret menghubungkan Rongga-Gununghalu saat ini kondisinya nyaris ambruk.

CILILIN-Forum Jaga Lembur menyayangkan banyaknya jembatan di Bandung Barat yang kondisinya nyaris ambruk. Seperti halnya jembatan penghubung Rongga-Gununghalu dengan panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi dari permukaan air sungai 6 meter ini terbelah dan tak nyaris ambruk lantaran tanah pondasi tergerus luapan sungai. Meski sebagian badan jembatan masih berdiri, namun warga tak boleh menggunakannya khawatir ambruk saat dilalui. “Saya memang tidak heran jika masih banyak jembatan yang belum di kalibrasi kelayakanya dan merasa perlakuan terhadap infrastruktur yang satu ini masih belum maksimal oleh pemdes, pemda dan bahkan Pemrov Jabar,” ujar Dona Hermawan dari Forum Jaga Lembur, Kamis (19/10/2017).

Jembatan berstatus jalan desa tersebut sebelumnya bisa dilalui kendaraan roda empat namun akibat terjangan banjir, posisi jembatan menjadi miring. Bahkan, besi penopang diujung jembatan bergeser dan nyaris ambruk ke dasar sungai.

“Warga telah berupaya melakukan perbaikan darurat dengan material seadanya seperti bambu, karena besi penyangga dimulut sungai hanya tinggal 4 centimeter saja menopangnya, jadi kemungkinan ambruk sangat rentan,” ungkapnya.

Jembatan Bonceret itu juga menjadi penghubung utama bagi warga di sejumlah kampung yang hendak menuju ke jalan Raya Cililin. Jembatan ini rusak kurang lebih 2 tahun yang lalu.

“Bahkan mungkin saja ketika ada kabar bahwa Pemprov Jabar pernah menjanjikan program 1000 jembatan, mungkin menjadi asumsi lain dimana pemda sendiri berpikir buat apa menganggarkan untuk perbaikan jembatan tohpemprov akan membuat program tersebut hingga tidak menjadi tumpang tindih,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Trapawana Jabar, David Riksa Buana mengatakan, dirinya bersama masyarakat sekitar sedang menginventarisir kebutuhan material seperti bronjong kawat, batu belah, pasir dan semen. Sebagai bentuk gotong royong masyarakat juga akan mengumpulkan material batu dan pasir dari sungai.

“Pemanfaatan bahan baku setempat akan kita ke depankan merangsang gotong royong masyarakat, penggalangan akan dilakukan melalui media sosial agar sumber dana tak hanya dari Bandung Barat saja,” jelasnya.

David menjelaskan, permasalahan kondisi rusaknya jembatan di Bandung Barat memang cukup menarik, dari data yang dimilikinya hampir seluruh jembatan besar yang ada adalah peninggalan Kabupaten Bandung.

“Bahkan ada yang peninggalan Belanda, artinya sejak Bandung Barat berdiri tidak ada pembangunan jembatan bahkan perbaikan saja tak terjadi,” paparnya.

Tak hanya Jembatan Bonceret, David menambahkan jembatan lain seperti jembatan Cisokan yang terletak di perbatasan Bandung Barat dengan Cianjur, tepatnya di Desa Cilangari Gununghalu mesti segera diganti lantaran terasa bergoyang saat dilalui kendaraan beban berat.

“Selain itu juga Jembatan Tonjong di desa Gununghalu yang menghubungkan Bandung Barat dan Ciwidey juga dalam kondisi rusak berat akibat terjangan banjir Sungai Cidadap setahun lalu,” tandasnya. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *