SMPN 3 Lembang Dipersiapkan Jadi Sekolah Berwawasan Lingkungan

LEMBANG– SMPN 3 Lembang Kab. Bandung Barat menjadi salah satu sekolah yang diproyeksikan menjadi sekolah Adiwiyata, dikunjungi tim penilai provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang merupakan salah satu program berwawasan lingkungan.

Kepala SMPN 3 Lembang, Wawan Kuswandi, mengungkapkan bahwa kegiatan di atas merupakan salah satu rangkaian panjang dari masa penilaian sekolah Adiwiyata, yakni sejak 2019 yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten, dan pada 2020 untuk tingkat Provinsi.

Menurutnya, keikutsertaan pihaknya diharapkan dapat mendorong warga sekolah untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang sehat.

“Keikutsertaan sekolah dalam ajang sekolah adiwiyata telah mendorong semua warga sekolah memiliki budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Pada dasarnya semua sekolah harus melaksanakan gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), karena sangat bermanfaat dan berguna dalam memberikan pendidikan kepada para siswa,” ungkapnya kepada Newsroom..

Disampaikan juga bahwa selain sekolah yang dipimpinnya, sejumlah sekolah di Kab. Bandung Barat, seperti SMPN 1 Cisarua, SMPN 1 Lembang,dan SMPN 1 Parongpong, dikunjungi tim penilai yang sama.

Lebih jauh diungkapkan bahwa sekolah Adiwiyata ialah sekolah yang menjaga lingkungan agar sehat, bersih dan indah. Program ini bertujuan supaya warga sekolah dan sekitarnya mengenali dan memahami bahwa lingkungan hijau adalah lingkungan yang sehat untuk kesehatan semua. 

Oleh sebab itu, unsur yang terlibat dalam persiapan menuju sekolah adiwiyata adalah meliputi warga sekolah, termasuk orang tua, organisasi yang peduli pada lingkungan serta instansi lainnya.

Secara umum, kriteria untuk mengevaluasi penghargaan sekolah Adiwiyata terdiri dari empat aspek, yaitu: Aspek kebijakan sekolah dengan wawasan ekologis, Aspek kurikulum sekolah yang berbasis lingkungan, Manajemen struktural dan dukungan infrastruktur untuk sekolah hijau, serta Aspek kegiatan lingkungan di sekolah berdasarkan partisipasi.

Di sisi lain, komponen yang dinilai adalah meliputi perencanaan dan pelaksanaan PBLHS oleh setiap sekolah, yang disinkronkan dengan EDS dan hasi IMPLH, kemudian pelibatan warga sekolah dan masyarakat, terintegrai dalam dokumen 1 KTSP, terintegrasi dalam RPP, kegiatan ekstra kurikuler dan pembiasaan, penerapan PRLH, serta konsistensi dalam melakukan monitoring dan evaluasi.

Sementara itu, kriteria penilaian meliputi rencana Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (yang dicantumkan pada KTSP, RKAS, dan RPP berbudaya LH). Kemudian melaksanakan budaya bersih, pengelolaan sampah, penghijaun, sanitasi hemat energy, dan lain-lain, serta  Pemantauan dan Evaluasi.

Wawan mandaskan bahwa sejumlah pembiasaan yang telah diprogramkan sekolah melalui keikutsertaan dalam sekolah Adiwiyata dapat membentuk karaker positif warga sekolah, khususnya siswa sebagai generasi penerus yang  harus menjaga kelestarian alam sekitar.  

“Program Adiwiyata ini dapat membentuk karaker positif warga sekolah, khususnya siswa sebagai generasi penerus. Selanjutnya,  pengetahuan dan pembiasaan ini harus diimbaskan kepada warga masyarakat, sehingga dapat menjadi karater yang melekat dan menyeluruh,” tandasnya.***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *