BhayangkaraRagam TerkiniSoreang

Sosialisasi Konversi Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif, Ini Tujuannya

SOREANG– Sampah masih menjadi masalah utama di negara-negara di dunia, termasuk Indonesia saat ini, sampah yang berasal dari plastik ternyata jumlahnya cukup besar.

Penggunaan limbah plastik merupakan alternatif yang memungkinkan sebagai material penghasil energi. Proses cracking merupakan proses untuk mengubah limbah plastik dari rantai alkyl panjang polyolefins menjadi hydrocarbons.

Berbagai penelitian telah dilakukan  untuk mengurangi limbah plastik tersebut menjadi material bermanfaat.  Salah satunya adalah mengkonversi limbah plastik menjadi sumber energi.

Beberapa metode yang telah berhasil diteliti dalam mengkonversi limbah plastik, diantaranya proses pirolisis (thermal cracking), hydro cracking dan hidroisomerisasi. Selain metode dan proses yang digunakan, jenis katalis yang digunakan dalam proses ternyata mempengaruhi tinggi rendahnya komposisi produk yang dihasilkan yaitu gas, cairan dan padatan yang terbentuk. Dengan dikembangkannya metode tersebut, diharapkan limbah plastik yang selama ini masih menjadi permasalahan serius di masyarakat dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia dan lingkungan.

Setidaknya sosialisasi konversi limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif berempat di Kantor Kp Muara Ciwidey RW 03 Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu (1/2/2020).

Tak ketinggalan, Bhabinkamtibmas Desa Cilampeni, Aiptu Agus Riyana mewakili Kapolsek Katapang Kompol Kozasah, menghadiri kegiatan itu.

Turut hadir dalam sosialisasi konversi limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif t jajaran Dosen Universitas Nurtanio lima, Kepala Desa Cilampeni, Babinsa, Ketua RW 3, kepala dusun serta masyarakat Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan melalui Kapolsek Katapang Kompol, Kozazah mengatakan, sosialisasi sangat penting bagi masyarakat karena hasil dari sosialisasi ini bisa menjadi pengetahuan yang bagus untuk masyarakat.

“Kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pengelolaan sampah di masyarakat dari semula tidak ada manfaat menjadi sampah yang bernilai ekonomis bagi masyarakat,” pungkas Kozazah. (cecep darojak)

Editor M Bowie

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close