Ngamprah

Stop..! Karang Taruna Jadi Objek Politik

DILANTIK: Asep Priatna saat dilantik sebagai Ketua Karang Taruna RW 05 Bunisari Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB.

NGAMPRAH- Ada pernyataan tegas dikontarkan Ketua Karang Taruna RW 05 Bunisari, Desa Gadobangkong, Asep Priatna disela pelantikannya belum lama ini. Aktivis Bandung Barat ini menyebutkan, jika karang taruna kerap dijadikan objek untuk kepentingan politik para cakon bupati/wakil bupati Bandung Barat. Tentunya, kata Asep, kepentingan politik tersebut hanya sesaat. “Ya hanya saat pencalonan saja, setelah beres terus terpilih sesudah itu lupa lagi,” sebutnya, Rabu (24/10/2017)

Menurutnya, organisasi karang taruna merupakan garda terdepan di tingkat masyarakat yang potensinya perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. “Karang taruna ini lah nantinya menjadi benteng pemuda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang melanggar norma-norma agama dan sosial. Kuncinya adalah pemerdayaan bagi para pemuda untuk masa depannya,” sebutnya.

Tak heran, Asep yang dipercaya sebagai letua karang taruna sudah membuat seabreg program kerja. Salah satunya adalah bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) KBB untuk sosialisasi bahaya narkoba. Selain itu, pemerdayaan ekonomi dengan usaha masyarakat kecil menengah (UMKM) yakni prodak rangginang oleh-olehan Buunisari serta kue ali lada. “Jadi karang taruna tidak hanya runcing di atas tapi di bawahnya tumpul. Lewat kreativitas inilah saya tidak ingin karang taruna di pandang sebelah mata,” tandasnya. Hadir dalam kesempatan itu, Camat Ngamprah, Med Adiwilaga, perwakilam BNN KBB Feri Irwan , danramil setempat serta perwakilan Desa Gadobangkong.

Wanhat Karangtaruna Bunisari, Dadan Ahiramadan mengatakan, karang taruna harus menjadi percontohan untuk masyarakat bawah misalkan pemerdayaan sumber daya manusia. “Percuma saja menghasilkan uang tapi sumber daya manusinya tidak dibangun maka dari itu masalah ini perlu dipecahkan bersama,” katanya. (wie)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top