Suntikan Dana Rp 3 Miliar, Pembangunan Mesjid As-Shiddiq KBB Dilanjut

 

 

NGAMPRAH– Setelah terkatung-katung, Pembangunan Mesjid As-Shiddiq di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah akhirnya dilanjutkan kembali. Pemkab Bandung Barat kembali mengucurkan anggaran sebesar Rp 3 miliar.

Kepala Bidang Penataan Bangunan Gedung, Permukiman, dan Jasa Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang KBB Yoga Rukma Gandara menyebutkan, pembangunan sudah dimulai sejak pekan lalu setelah ditetapkan pemenang tender. “Saat ini pengerjaan kembali berlangsung karena anggaran sudah dicairkan. Kali ini penyelesaian gedung dan penataan jalan serta areal parkir tengah berlangsung,” katanya di Ngamprah, Rabu (18/7/2018).

Yoga menambahkan, pembangunan kali ini salah satunya juga akan membuka akses dari pintu selatan masjid. Hal itu untuk memudahkan masyarakat menuju area masjid. Sementara, untuk pembangunan ditargetkan selesai dalam lima bulan ke depan. “Selama ini pintu masuk harus masuk ke pemkab dulu, makanya kita buka akses baru dari depan supaya lebih mudah dijangkau masyarakat,” terangnya.

Menurut Yoga, pembukaan akses jalan tersebut untuk memfasilitasi jemaah agar mudah memasuki areal masjid. “Sebab, masjid ini kan bukan hanya untuk pegawai Pemkab, tetapi juga untuk masyarakat sekitar dan umat Islam yang bersinggah,” katanya.

Selain jalan, lanjut dia, pada pembangunan kali ini juga akan dilakukan pembuatan sumurbor untuk menyediakan pasokan air. Sebab selama ini, pasokan sering kali tersendat lantaran bergantung pada BUMD. “Jika sudah punya sumur bor, pasokan air akan lancar. Tidak harus terus-terusan menghubungi BUMD hanya untuk mengocorkan air. Ini sering jadi keluhan jemaah, terutama saat salat Jumat,” katanya.

Menurut Yoga, anggaran pembangunan masih kurang, kira-kira butuh Rp 10 miliar lagi agar semuanya tuntas. Anggaran itu untuk pembangunan dua unit menara masjid beserta infrastruktur pendukung lainnya. “Kekurangan ini mudah-mudahan kita upayakan bisa terus ditambah. Supaya pembangunan bisa rampung semuanya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pembangunan Masjid As-Shiddiq mulai dilakukan pada 2011 dan sempat terhenti pada 2013 akibat pelaksana proyek, PT Gunakarya Nusantara gagal menuntaskan pekerjaan. Pada 2014, pembangunan kembali dilanjutkan secara swakelola oleh MUI KBB. Namun, lagi-lagi terhenti pada Mei 2015 akibat kekurangan dana.
Secara bertahap, pembangunan kembali dilanjutkan pada 2016, 2017, dan 2018 ini. Sejauh ini, pembangunan masjid ini sudah menelan anggaran sekitar Rp 25 miliar. (wie)

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *