Politik

Tak Direspon Hengky, KEMBARA Minta Advokasi Dewan Tuntaskan Kasus Beasiswa 50 Mahasiswa UIN

NGAMPRAH– Nasib mahasiswa penerima beasiswa PGMI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung belum jelas. Hal ini menjadi fokus utama KEMBARA saat melakukan audiensi kepada Ketua DPRD KBB pada Rabu (16/02/2022) di Kantor DPRD KBB. Selain itu, KEMBARA juga mengajak DPRD untuk berkolaborasi mengawal isu-isu strategis di KBB serta merealisasikan program yang telah disusun oleh DPP KEMBARA berkaitan dengan masyarakat.

Seperti diketahui, Sudah satu tahun nasib 50 mahasiswa PGMI statusnya di cutikan oleh kampus UIN SGD Bandung karena tunggakkan pembayaran UKT serta regulasi yang belum jelas mengenai penerimaan beasiswa PGMI tersebut oleh Pemda Kabupaten Bandung Barat.

“KEMBARA saat ini sedang mengawal salah satu isu di KBB mengenai musibah yang terjadi pada 50 mahasiswa penerima beasiswa PGMI, UIN Bandung. KEMBARA tentunya mengimbau kepada DPRD KBB untuk ikut mendorong penyelesaian musibah yang menimpa 50 mahasiswa ini,” ucap Sekretaris KEMBARA, Nasrulloh Al-Fikri dalam audiensi.

Ketua DPRD KBB, Rismanto menanyakan sejauh mana KEMBARA dalam mengawal musibah yang dihadapi oleh 50 mahasiswa penerima beasiswa ini kepada KEMBARA.

“Sebelumnya sudah beberapa kali Koordinator penerima beasiswa PGMI, UIN SGD Bandung ingin mengadakan audiensi kepada pihak Pemda KBB khususnya Plt Bupati Hengky Kurniawan namun hasilnya nihil atau tidak ada respon sama sekali,” sambut Ketua Umum KEMBARA Deni Permana menanggapi pertanyaan Rismanto.

Menurut Deni, KEMBARA sekalipun selalu mengajukan audiensi kepada Pemda KBB namun hasilnya selalu tidak ada respon dari pihak Pemda KBB.

“Bahkan audiensi KEMBARA sekalipun tidak direspon Pemda, seolah ingin membiarkan kasus ini begitu saja karena tidak bisa di ajak untuk duduk bersama khususnya dengan mahasiswa PGMI, UIN SGD bandung”, tutup Deni.

Menurut Rismanto yang menjadi problem berawal dari Bupati non-aktif dan dasar hukumnya pula. Dalam hal ini Rismanto akan berusaha memperjuangkan masalah tersebut.

“Terus terang saja, musibah mahasiswa ini menjadi PR bagi DPRD. Saya pun pernah mengundang kepada pihak-pihak yang terkait dengan beasiswa ini, dan yang menjadi masalah adalah dasar hukumnya, tapi kami sebagai dewan belum menyerah,” ujar Rismanto.

“Hari ini juga saya akan bertemu dengan jajaran komisi 4 akan membahas masalah ini dan tentu saja memperjuangkannya”, tutup Rismanto.

Adapun KEMBARA menerima laporan dari perwakilan koordinator penerima beasiswa PGMI. Audiensi dengan pihak kampus menyatakan, akan ikut menyelesaikan masalah yang terjadi pada penerima beasiswa itu dengan pihak Pemda KBB.

Namun, para penerima beasiswa menyayangkan tidak ada kejelasan waktu yang diberikan bahkan sampai memasuki semester baru dan adanya ancaman pemecatan kepada para mahasiswa jika melakukan demonstrasi karena dianggap mencemarkan nama baik kampus. **

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top