Tangkap Pembalap Liar di Gadingtutuka..!

Tangkap Pembalap Liar di Gadingtutuka..!

foto ilustrasi

SOREANG – Para pelaku balapan liar di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung makin meresahkan warga setempat. Mereka melakukan aksinya saat polisi lengah dalam pelaksanaan patroli di jalan protokol. Di bulan puasa ini mereka melakukannya usai sahur dan usai shalat taraweh.

Para pembalap yang rata-rata masih ABG itu sangat mengganggu aktifitas masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Saking kesalnya, warga di komplek Soreang Indah sempat membubarkannya karena kerap balapan di Jalan Gading Turtuka, tepatnya depan gerbang komplek perumahan tersebut.

“Pembalap liar ini, selain tidak mengindahkan keselamatan baik untuk dirinya maupun orang lain, juga mengganggu warga yang sedang terlelap tidur. Mereka kan sengaja datang bersama teman-temannya dari sejumlah tempat untuk balapan liar di Jalan Gading Tutuka yang jalannya mulus dan layak untuk pembalap liar itu. Makanya saya setuju polisi membubarkan paksa mereka,” ungkap Uce, Ketua Komunitas Mitra Radio Polisi, Senin (21/5/18).

Uce mengatakan pembalap itu tidak pernah jera ketika ada temannya yang meninggal dunia gara-gara tabrakan dalam ajang balapan liar. Mereka malah terus melakukannya meski sudah diingatkan oleh warga dan patroli polisi. Bahkan mereka selalu kucingh-kucingan dengan polisi.

Hal itu diungkapkan Kanit Patroli Polsek Soreang Mohamad Rafid. Dia mengakui kerap kecolongan karena pembalap melakukan aksi saat polisi patroli lengah. “Kan mereka melakukan aksi jalanan itu main kucing-kucingan dengan polisi. Makanya jangan kaget kalau pembalap liar ini tak pernah jera meski ditilang atau kena tangkap polisi,” kata Rafid.

Bahkan pihaknya menyarankan kepada pembalap liar agar melakukannya di lintasan balap Brigif Cimahi. “Saya juga mengusulkan agar mereka itu sebaiknya balapan di Brigif Cimahi. Kan sudah difasilitasi tempatnya di Brigif itu,” ujarnya.

Selain di kota Soreang, balapan liar yang dilakukan di kecamatan lainnya yakni di Jalan Panyadap Kecamatan Majalaya. Pembalap yang melakukan aksi itu siang hari atau jelang buka puasa sembari ngabuburit. Pengguna jalan menilai, aksi tersebut sangat mengganggu. Untuk menghindari kecelakaan, terpaksa pengguna jalan lainnya memilih atau menepi ke pinggir jalan. (Aph)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *