Ekonomi

Target PAD Rp1 Triliun Rasional, Ini Skema Ditawarkan Ketua MPI

Ketua MPI DPD KNPI KBB, Lili Supriatna. Ft dok ragam daerah.

RAGAM DAERAH–Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lili Supriatna mengatakan, Pj Bupati Bandung Barat menaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun merupakan target yang rasional. Hal itu dilihat dari potensi sumber PAD KBB yang sangat besar, apalagi ada itikad baik dari Badan Perencanaan Daerah (Bapenda) maupun Bagian Aset Daerah untuk menggali potensi daerah yang belum tergali.

“Pemutihan perizinan bisa menjadi salah satu solusi. Selama ini ada istilah memungut retribusi pajak yang tidak berizin adalah pendapatan haram dari pihak terkait,” sebut Lili, Senin 29 Januari 2024.

Lili minta, semua bentuk transksi terkait pajak harus disetorkan kepada pemerintah daerah. “Hari ini yang terjadi, perusahan tidak berizin, mereka (pengusaha, red) tidak mau menyetorkan retribusi, ini yang salah, ini yang harus diluruskan Pak Pj,” tutur Lili.

POTENSI PAJAK

Kawasan wisata Punclut yang masuk Kawasan Bandung Utara (KBU), banyak bermunculan tempat wisata alam maupun restro sekelas nasional.

Sayangnya, pemasukan PAD belum optimal, baik perizinan maupun retribusi. “Alahkah baiknya Pak Pj Bupati bisa mengundang Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) KBB dan pengusaha duduk bereng untuk mencari solusinya . Saya kira target Rp1 triliun akan tercapai mana kala ada optimalisasi peran pemerintah daerah,” katanya.

Pencapaian target itu juga sebaiknya DPRD KBB ikut terjun langsung mengawasi capaian target PAD Rp1 triliun. “DPRD harus ikut mengawal badan pendapatan daerah untuk menarik retribusi yang halal di KBB,” ungkapnya.

Lili juga menyinggung soal retribusi parkir yang belum digarap secara optimal lantaran terkendalan belum adanya perda yang mengatur soal parkir.

“Saya pernah mendorong segera terbit perda perparkiran agar ada optimalisasi pendapatan dari sektor perpakiran,” pungkas Lili. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top