Ngamprah

Terkumpulkan 80 Ribu KTP, Masri-Aldy Siap Tempur

SIAP TEMPUR: Bakal Calon Bupati KBB dari Independent Masri Ers Mardjuki menunjukkan berkas dukungan KTP yang siap diserahkan ke KPU KBB pada 26 November nanti. Saat ini sudah terkumpul sebanyak 80 ribu KTP.

NGAMPRAH-Persiapan pasangan bakal calon Bupati/Wakil Bupati KBB Masri Ers Mardjuki dan Aldy Fayruz melenggang di pilkada KBB sudah mulai final. Sebanyak 80 ribu KTP-elektronik sudah siap diserahkan ke KPU KBB 26 November nanti. “Kami membentuk koordinasi desa di 165 desa alhamdulillah sudah terkumpul 80 ribu KTP,” ujar Masri di posko pemenangannya, Ngamprah, Senin (30/10/2017). Ketentuan KPU hanya 9 kecamatan untuk pengumpulan KTP elektronik. “Tapi kita mengumpulkan KTP dari 16 kecamatan 165 desa di Bandung Barat,” tuturnya. Masri mengatakan, pemberkasan calon independent sesuai dengan ketentuan KPU yakni KTP disusun per desa didaftarkan sesuai dengan format KPU rangkap dua. “Kami mengumpulkan dukungan KTP masyarakat selama enam bulan dengan membentuk kordinator desa,” tuturnya.
Dengan jumlah dukungan tersebut, Masri yakin dirinya bisa lolos dari yang disyaratkan KPU untuk dukungan calon independent 76.409 KTP. “Saya yakin lolos dengan jumlah dukungan yang sudah kami miliki,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KPU KBB Iing Nurdin mengatakan, jumlah dukungan itu mengacu kepada daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2014. “Pada DPT Pilpres 2014 tercatat ada 1.175.523 pemilih di KBB. Sehingga dengan 6,5% dikalikan jumlah DPT itu maka keluarlah angka 76.409,” katanya.
Iing mengatakan, untuk tahapan Pilkada Serentak 2018 ini, penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon dari perseorangan dilakukan pada 25-29 November 2017. Kemudian dilanjutkan dengan pemutahiran data pemilih pada 30 Desember 2017, dan pendaftaran pasangan calon pada 8-10 Januari 2017.
Dirinya berharap dengan adanya sosialisasi yang telah dilakukan ke pemerintah daerah, partai politik, dan masyarakat, bisa mendongkrak partisipasi pemilih Pilkada KBB. Selain itu juga adanya pemahaman yang sama mengenai aturan sehingga ketika ada perbedaan penafsiran tidak berlanjut kepada terjadinya konflik. “Melalui sosialisasi ini kami menargetkan bisa mencapai 80% partisipasi pemilih pada pilkada nanti,” tandasnya. (wie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close