Tersangka Konser Dangdut di Kota Tegal, Eh.. Malah Nongol Kunker di DPRD Cimahi

Wakil Ketua DPRD Tegal, Wasmad Edi Susilo saat sambutan kunker di DPRD Kota Cimahi. ft istimewa

CIMAHI – Kunjungan DPRD Kota Tegal ke DPRD Kota Cimahi mendadak geger. Bagaimana tidak, mata wartawan tersorot kepada tersangka kasus konser dangdut di Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo.

Ya, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal ini turut hadir dalam kunjungan kerja ke DPRD Kota Cimahi pada Kamis (1/10/2020) pagi.

Politisi Partai Golkar itu harus terjerat kasus menggelar hajatan dengan acara dangdutan yang mengundang kerumunan massa ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Wasmad ditetapkan tersangka dengan jeratan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 261 KUHP karena tidak menghiraukan imbauan petugas.

Kendati begitu, pria juga menjabat Ketua DPRD Kota Tegal tidak ditahan. Dia hanya dikenakan wajib lapor setiap harinya di Polda Jawa Tengah sambil menunggu proses hukum berjalan.

Saat melaksanakan agenda kunjungan tersebut rombongan diterima oleh Sekretariat Dewan DPRD Kota Cimahi di area pendopo bersamaan dengan rombongan dari DPRD Kabupaten Banyumas.

Wasmad yang mengenakan batik berwarna cokelat dan berkopiah hitam duduk di kursi paling depan bersama pimpinan DPRD Kota Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Komisi 4 DPRD Kota Cimahi sebagai tuan rumah.

Wasmad sempat menyampaikan sedikit sambutan. Dalam sambutannya ia hanya mengucapkan terima kasih telah diterima berkunjung ke Kota Cimahi dalam rangka studi banding.

Usai kegiatan Wasmad enggan berkomentar saat ditanya terkait kasus yang menjeratnya. Ia memilih langsung masuk ke dalam mobil didampingi staf DPRD Kota Tegal dan anggota DPRD lainnya.

“Engga mau komentar dulu mas,” kata Wasmad singkat sambil meninggalkan halaman DPRD Kota Cimahi.

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kota Tegal, Nur Fitriani membenarkan Wasmad turut hadir dalam rombongan kunjungan kerja ke Kota Cimahi.

Dikatakannya, status hukum Wasmad saat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaan sebagai legislator.

“Iya hadir juga (Wasmad). Tapi beliau kemarin sudah menjalani pemeriksaan di Polda (Jawa Tengah). (Kasusnya) gak menyangkut dengan masalah kantor,” ungkap Nur Fitriani.

‎Kepolisian masih mengembangkan kasus hajatan dan konser dangdut yang menjerat Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka.

Setelah penetapan Wasmad, polisi menyiratkan kemungkinan akan adanya tersangka lain yang ditetapkan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, penyidik masih melakukan pengembangan kasus hajatan dan konser dangdut setelah menetapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka dalam gelar perkara, Senin (28/9/2020).

Menurut Kapolda, sejauh ini belum ada tersangka baru yang ditetapkan.

“Sementara belum (ada penambahan tersangka). Dari hasil pengembangan belum‎. Nanti perkembangan atas pertimbangan penyidik‎,” kata Luthfi di Mapolres Pemalang, Selasa (29/9/2020).CIMAHI – Kunjungan DPRD Kota Tegal ke DPRD Kota Cimahi mendadak geger. Bagaimana tidak, mata wartawan tersorot kepada tersangka kasus konser dangdut di Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo.

Ya, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal ini turut hadir dalam kunjungan kerja ke DPRD Kota Cimahi pada Kamis (1/10/2020) pagi.

Politisi Partai Golkar itu harus terjerat kasus menggelar hajatan dengan acara dangdutan yang mengundang kerumunan massa ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Wasmad ditetapkan tersangka dengan jeratan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 261 KUHP karena tidak menghiraukan imbauan petugas.

Kendati begitu, pria juga menjabat Ketua DPRD Kota Tegal tidak ditahan. Dia hanya dikenakan wajib lapor setiap harinya di Polda Jawa Tengah sambil menunggu proses hukum berjalan.

Saat melaksanakan agenda kunjungan tersebut rombongan diterima oleh Sekretariat Dewan DPRD Kota Cimahi di area pendopo bersamaan dengan rombongan dari DPRD Kabupaten Banyumas.

Wasmad yang mengenakan batik berwarna cokelat dan berkopiah hitam duduk di kursi paling depan bersama pimpinan DPRD Kota Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Komisi 4 DPRD Kota Cimahi sebagai tuan rumah.

Wasmad sempat menyampaikan sedikit sambutan. Dalam sambutannya ia hanya mengucapkan terima kasih telah diterima berkunjung ke Kota Cimahi dalam rangka studi banding.

Usai kegiatan Wasmad enggan berkomentar saat ditanya terkait kasus yang menjeratnya. Ia memilih langsung masuk ke dalam mobil didampingi staf DPRD Kota Tegal dan anggota DPRD lainnya.

“Engga mau komentar dulu mas,” kata Wasmad singkat sambil meninggalkan halaman DPRD Kota Cimahi.

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kota Tegal, Nur Fitriani membenarkan Wasmad turut hadir dalam rombongan kunjungan kerja ke Kota Cimahi.

Dikatakannya, status hukum Wasmad saat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaan sebagai legislator.

“Iya hadir juga (Wasmad). Tapi beliau kemarin sudah menjalani pemeriksaan di Polda (Jawa Tengah). (Kasusnya) gak menyangkut dengan masalah kantor,” ungkap Nur Fitriani.

‎Kepolisian masih mengembangkan kasus hajatan dan konser dangdut yang menjerat Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka.

Setelah penetapan Wasmad, polisi menyiratkan kemungkinan akan adanya tersangka lain yang ditetapkan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, penyidik masih melakukan pengembangan kasus hajatan dan konser dangdut setelah menetapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka dalam gelar perkara, Senin (28/9/2020).

Menurut Kapolda, sejauh ini belum ada tersangka baru yang ditetapkan.

“Sementara belum (ada penambahan tersangka). Dari hasil pengembangan belum‎. Nanti perkembangan atas pertimbangan penyidik‎,” kata Luthfi di Mapolres Pemalang, Selasa (29/9/2020).

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *