Timses Akur Kritik Jalan Rusak di Wilayah Selatan, Duh..!! Anggaran di PUPR Tidak Ada

NGAMPRAH– Tim Sukses (Timses) Akur (Aa Umbara-Hengki Kurniawan) yang juga mantan Kadis PU Pemkab Bandung Barat, Dodi Ahmad Sopiandi kesal bukan kepalang, lantaran sejumlah jalan di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) kondisinya banyak yang rusak.

“Harusnya jalan yang sudah mantap dan baik dipelihara secara rutin. Ya harus disulkan ke anggota dewan pasti di acc kalau penjelasan jelas dari dinasnya,” ujar Dodi ditemui di Hotel Ahadiat Bandung, Rabu (12/8/2020).

Dodi menyesalkan, jika COVID-19 menjadi alasan, sehingga tidak memungkin pemeliharaan jalan yang rusak.

“Pemerintah pusat juga tidak mengharuskan semua anggaran ke penanganan COVID tapi dibagi persentasenya, tapi kenyataannya tidak dilakukan,” ungkap Dodi.

Dodi juga mengkritik kinerja dari para pejabat di dinas PUPR yang seharusnya peka terhadap kondisi jalan yang menjadi akses kebutuhan masyarakat. “Bisa di cek sejumlah jalan di selatan rusak kondisinya. Ya kalau bisa anggaran untuk pemiliharaan jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat ditambah,” tuturnya.

Soal itu juga, Dodi menyesalkan tidak ada rapat evaluasi yang dilakukan bupati dan sekda terkait sejumlah pembangunan di Bandung Barat. “Harusnya ada rapat evaluasi sempai dimana kemajuan pembangunan di wilayah. Waktu zaman bupati almarhum Pak Abubakar setiap bulan dilakukan rapat evaluasi pembangunan,” ungkap Dodi.

Asisten 2 sebagai koordinator pembangunan, seharusnya juga kata Dodi, menjalankan fungsinya melakukan evaluasi memanggil dinas terkait. “Tapi sekarang lihatnya gak jalan saya juga heran kenapa pejabat pada diam,” kata Dodi.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD KBB, Iwan Ridwan mengatakan, masalah itu pun sempat dibahas dalam rapat kerja antaran Dinas PUPR bersama Komisi III. Terutama, kata Iwan, soal penyerapan anggaran 30% di bidang jalan dan jembatan. “Alasan dinas ada yang ditunda dan terkena refocusing. Oke lah kalau di refocusing sesuai intruksi presiden. Tapi kenapa mesti ditunda apalagi masuk musim penghujan kalau dibiarkan jalan makin rusak,” terang politisi PDIP ini.

Menurut Iwan, seharusnya ketika sudah ada program yang sudah disiapkan, pekerjaan pun segara dilaksanakan.

” Barusan saat rapat tidak begitu sepakat dengan alasan dinas terkait bahwa pekerjaan ditunda karena uangnya tidak tersedia dan saya menyoroti itu secara langsung mempertanyakan kenapa serapan hanya 30%,” beber Iwan.

Iwan pun terus mencecar pertanyaan pekerjaan yang ditunda dalam rapat bersama Dinas PUPR. “Kata dinas karena ditunda belum ada instruksi dari bupati karena memang tidak ada ketersedian anggaran,” ungkapnya.

Iwan juga mempertanyakan, jika anggaran sudah disepakati oleh dewan, kenapa pekerjaan tidak dilaksanakan secepatnya. “Kondisi sekarang masyarakat juga butuh akses jalan bagus. Apalagi sudah ada dalam visi dan misi bupati jalan caang, jalan leucir bukan hanya sebatas wacana namun mesti diimplementasikan di lapangan,” tandasnya.

Seperti diketahui, di Kecamatan Cihampelas jalan rusak parah dari Desa Cihampelas menuju Desa Citapen. Masuk Kecamatan Cililin Lintasan Jalan Karangtanjung menuju Desa Batulayang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. ****

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *