TKK “Siluman” Tiba-tiba Muncul di DLH, Ini Penjelasan Kadisnya

NGAMPRAH– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Apung Hadiat Purwoko, blak-blakan soal enam pagawai tenaga kerja kontrak (TKK) “siluman” yang tiba-tiba muncul.

Kepala Dinas LH KBB, Apung Hadiat Purwoko. Ft istimewa/ Ft utama ilustrasi dari internet.



Kasus tersebut terbongkar, setelah ada enam pegawai TKK eksisting pelimpahan dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) protes tak kunjung dapat legalitas SK TKK.

Apung pun menceritakan, masalah itu berawal ketika dinasnya mendapat pelimpahan sebanyak 80 TKK dari dinas Perkim, dan sudah dikeluarkan SK TKK oleh Kasubag Kepagawaian DLH.

Namun di tengah jalan, dari 80 TKK ada enam orang yang protes lantaran tak kunjung keluar SK TKK. “Saya lihat daftarnya, da ari urang mah (kalau saya DLH) hanya penerima azas manfaat saja dari pelimpahan TKK,” kata Apung.

Enggan disalahkan, Apung pun melakukan pengecekan kepada dinas perkim dengan menanyakan langsung kepada kepala dinasnya.

“Saya datangi kepala dinas (perkim) menanyakan enam orang itu. Saya tanyakan data sebenarnya karena ada enam orang yang komplain,” sebut Apung.

Apung menanyakan, enam orang itu apakah betul pegawai eksisting dinas sebelumnya atau bukan. “Saya tanyakan ke kadis yang bener yang mana? Betul itu (TKK yang protes) yang bener kenapa diganti,” kata Apung menirukan perkataan kadis perkim sambil menyodorkan data TKK di dinasnya.

Lantaran “pabaliut”, Apung pun meminta data TKK yang terbaru dari dinas tersebut. Apun pun diberi data asli TKK eksisting pelimpahan dinas. “Sudah enam orang yang baru saya keluarkan kembali dasarnya dari rekomendasi perkim,” ungkap Apung.

Apung mengatakan, mendengar kabar jika ada enam TKK tiba-tiba masuk memberikan uang pelicin kepada Kasubag Pegawaian. “Cenah anu genep ges mere duit ka Pak Toto (Kasubag Kepegawaian LH). Allahualam lain urusan saya (katanya yang enam orang itu udah minta duit ama Pak Toto. Allahualam bukan urusan saya,” kata Apung.

Apung menyebutkan, jika Toto Kasubag Pegawaian di dinasnya merupakan pindahan dari Satpol PP. Mencium gelagat ada TKK “siluman”, Apung langsung memanggil Kasubag Kepagawaian.

Hasil introgasi dirinya, kata Apung, kasubag kepegawaian membenarkan jika ada enam orang TKK baru masuk. “Di panggil ku saya. To kumaha ieu urusanna (To gimana ini urusannya?,” tanya Apung saat bertanya kepada Toto. Ditanya itu lantas Toto menjawab “Enya (ia) pak itu yang baru. Kenapa Anda berani coret yang enam orang ini,” kata Apung dan Toto menjawab lagi, “Dikirain sudah tidak aktif” kata Toto. Lantas Apung mengatakan “Ini kan masih aktif. Kalau Anda mau mencoret harus seizin dari dinas perkim dulu dong, terpaksa ku bapak dicoret lagi,” kata Apung. Toto pun lantas menjawab “Ya enggak apa-apa pak,” kata Apung menirukan perkataan anak buahnya itu.

Dalam percakapan dengan anak buahnya itu, Apung mengaku heran, kenapa enam orang yang eksisting tiba-tiba diganti dengan TKK baru. “Saya normatif distribusi pegawai saja yang direkomendasi dari dinas perkim di tengah perjalanan enam orang yang komplain ternyata yang berhak terpaksa saya coret enam orang yang baru,” pungkas Apung.

Nah baru-baru ini muncul pengakuan, TKK yang namanya tiba-tiba dicoret di tengah jalan padahal sudah kantongi SK TKK. Disinyalir TKK tersebut adalah TKK baru bukan pelimpahan dari dinas sebelumnya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *