TPS Tagog di Bahu Jalan Bisa Pidana, Djamu Sarankan Ini

NGAMPRAH– Lokasi Tempat Pasar Sementara (TPS) Tagog Padalarang yang akan ditempatkan di bahu jalan sekitar pasar, mengundang reaksi keras dari penduduk sekitarnya.

Bukan hanya akan berdampak pada kemacetan lalu lintas yang kian meningkat, akan tetapi ada satu persoalan yang lebih bersifat prinsipil, yaitu aspek hukum.

“Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa bahu jalan hanya berfungsi bagi tempat kendaraan bermasalah/mogok, dan atau dalam kondisi macet. Sehingga dilarang digunakan kepentingan lain,” ujar Pakar Pemerintahan dan Politik Djamu Kertabudhi, Rabu (5/8/2020).

Bahkan, sebut Djamu, ada sanksi pidana bagi pihak yang mengubah fungsi bahu jalan. Dengan demikian, kiranya pihak Pemda KBB dapat menarik kembali kebijakan teknis yang akan memfungsikan bahu jalan untuk digunakan tempat pasar sementara,” kata Djamu.

Kendati begitu Djamu menyambut baik dan mendukung percepatan renovasi pembangunan Pasar Tagog Padalarang.

“Karena renovasi pasar ini merupakan program prioritas yang selalu tertangguhkan sejak lama,” pungkasnya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *