Caption: Dinas Perhubungan meluncurkan aplikasi yang dinamai Om Juki (Optimalisasi Manajemen Juru Parkir). ft ist
RAGAM DAERAH-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Dinas Perhubungan terus melakukan inovasi.
Salah satunya memperkenalkan sistem pembayaran retribusi parkir yang kini bisa dilakukan non-tunai.
Sistem ini memanfaatkan QRIS dan terintegrasi dalam aplikasi yang dinamai Om Juki (Optimalisasi Manajemen Juru Parkir).
Bandung Barat, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengatakan, sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai berbasis QRIS melalui aplikasi Om Juki ini adalah solusi yang sesuai dengan tuntutan zaman.
"Masyarakat kini dapat membayar biaya parkir menggunakan dompet digital atau mobile banking tanpa perlu repot mencari uang tunai," ujar Jeje belum lama ini.
Setiap transaksi secara otomatis akan terhubung langsung dan secara real-time ke pusat data Dinas Perhubungan (Dishub) KBB.
Ini tidak hanya mempermudah pemantauan, tetapi juga membantu meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.
Jeje berharap, sistem tersebut bida diterapkan oleh semua unit kerja yang mengelola retribusi. "Tujuannya agar pelayanan semakin efisien, transparan, dan memberikan kenyamanan bagi warga," sebutnya.
Program itu, menggandeng kerja Bank BJB, yang memiliki visi yang sama dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah melalui optimalisasi PAD.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima mengatakan, para juru parkir diberikan pelatihan agar terampil dalam menggunakan aplikasi. "Sosialisasi terus kami lakukan kepada masyarakat untuk membiasakan mereka dengan sistem pembayaran non-tunai," ujar Fauzan, Senin 11 Agustus 2025.
Menurutnya, Om Juki diciptakan untuk menciptakan tata kelola retribusi parkir yang tertib, transparan, dan akuntabel.
"Sistem ini diharapkan dapat membantu mencapai target peningkatan PAD dari sektor parkir, sekaligus memberantas praktik parkir liar," tegasnya.
Om Juki juga mempermudah pembayaran parkir, memungkinkan pemantauan real-time, mengawasi kinerja juru parkir, serta mewujudkan program zero ilegal parking.
"Kami berharap aplikasi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan pembayaran, transparansi pengelolaan, hingga pencegahan kebocoran pendapatan parkir," pungkasnya. ***