Tulisan Populer

DKPP KBB Memaksimalkan 150 Hektare Lahan Tembakau

Posted on Oct 22, 2025.

Seorang petani tembakau di Cipongkor tengah mengeringkan hasil rajangan tembakau. ft dok ragam daerah.com


RAGAM DAERAH-- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memaksimalkan kurang lebih 150 hekatere lahan tembakau di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal tersebut untuk memaksimalkan produksi tembakau agar bisa dipasarkan di pasar nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim mengatakan, pihaknya mengikut sertakan para petani tembakau di KBB untuk mendapatkan pelatihan di Kabupaten Temanggung. "Dengan begitu kita bisa mnenggenjot produksi tembakau sekaligus bersinergis dengan Kabupaten Temanggung yang mempunyai pangsa pasar luas," ujar Lukman.

Bandung Barat setidaknya memiliki 35 kelompok tani tembakau. DKPP membekali dengan pelatihan pengolahan tembakau secara modern. Sedangkan saat ini, petani tembakau di KBB masih menggunakan alat tradisional dalam pengolahnnya. "Pola tradisional dalam pengolahan tembakau seperti merajang dan dikeringkan di atas terik matahari, hal itu kurang masksimal karena akan tergantung kepada faktor cuaca sehingga produksinya kurang maksimal," tutur Lukman.

Sedangkan mesin pengolahan tembakau yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi tembakau, seperti mesin perajang tembakau, mesin pengering, hingga mesin pendukung lainnya. Dengan teknologi modern, mesin tersebut mampu menghasilkan rajangan tembakau yang seragam, berkualitas, dan sesuai standar industri. "Hasilnya akan maksimal dan cepat sesuai dengan kebutuhan pasar, tidak tergantung lagi terhadap cuaca," tutur Lukman.

Seperti diketahui, KBB menjadi salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Barat. Salah satunya adalah tembakau jenis mole yang banyak di hasilkan di daerah Cipongkor dan daerah lainnya. "Hal tersebut sesuai dengan arahan Pak Bupati yang ingin menjadikan tembakau sebagai produk unggulan pertanian," pungkas Lukman. ***

Jelajahi :