Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail saat pimpin apel di MPP, Selasa sore (5/5/2026). ft ist
BANDUNG BARAT-- Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail menegaskan, jika 30 hari tidak ada perubahan akan menjatuhkan sanksi pemecatan.
"Sudah ada nama-nama yang akan diperiksa, termasuk kepada pihak luar. Saya akan update karena saya tidak ingin percaloan ini menjamur. Kita juga minta polres untuk mengawal masalah ini," ujar Jeje menanggapi sempat viral soal kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat (KBB), termasuk soal praktik pencaloan di Adminduk.
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail menanggapi masalah itu dengan serius. Ia menyesalkan masih adanya ASN yang tidak melayani masyarakat dengan baik.
Bupati dalam apel ke MPP, Selasa sore (5/5/2026) menjelaskan ada beberapa komenan dari masyarakat terkait pelayanan publik, diantaranya ada yang mengatakan: "Sepertinya tim Bapak Richie Ismail di pelayanan publik khususnya Bandung Barat ini perlu di training tentang service Pak. Saya sempat kesana beberapa waktu lalu, saya melihat cara mereka melayani, mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat dengan ketus. Padahal mungkin banyak masyarakat yang datang kesana dengan keterbatasan info. Jangan kalah sama pelayanan publik swasta apalagi jelas tim Bapak di Bayar Negara untuk melayani masyarakat."
"Saya baca semua, hampir semua hujatan, rata-rata memang pelayanannya yang tidak ramah," ujar bupati.
Bupati menekan dua hal, pertama menegaskan kalau Bapak Ibu yang tidak siap melayani masyarakat dengan keramahan, tolong laporkan ke pimpinannya supaya minta digeser.
"Apa susahnya sih Ibu melayani dengan kesenyuman? Senyum itu adalah ibadah," ujar bupati seraya menambahkan, kalau tidak bisa senyum berarti kerjanya tidak pakai hati. Masyarakat jauh-jauh dengan senyuman mereka cukup senang.
Kedua, lanjut bupati, dalam 30 hari ke depan akan mengevaluasi apakah ada lagi keluhan warga terhadap pelayanan publik di Bandung Barat. Jika masih ada keluhan akan diambil tindakan tegas.
"Kalau ada komplain, yang kena 'ya saya bupatinya. Saya dicecar kerjanya nggak bener. Padahal, yang berhadapan langsung dengan masyarakat itu Bapak Ibu semua disini. Saya mohon banget kita ubahlah budaya males-malesan, budaya ogah senyum supaya masyarakat nyaman datang kesini," kata bupati dalam pidatonya.
"Saya yakin ASN di Bandung Barat masih banyak yang pengen kerja dengan hati dan bisa melayani masyarakat dengan senyuman," ujarnya.
Bupati juga menekankan, siapapun yang terbukti bekerja sama dengan calo, akan diinvestigasi oleh inspektor. Kemudian akan tindak tegas langsung pemecatan secara tidak hormat.
"Maaf saya kumpulin di sini karena memang ini sudah dari lama, dari awal saya menjabat komplainan warga masalah pelayanan publik ini tidak ada yang positif. Semuanya hujatan-hujatan. Harap ke depannya kita bisa berbenah memperbaiki diri. Kita ingin masyarakat percaya dengan pelayanan di Bandung Barat bisa lebih baik lagi di kepemimpinan saya," tutur bupati.
Bupati saat diwawancaran wartawan kembali menegaskan ASN yang tidak meyalani dengan senyum tolong laporkan ke pimpinan supaya ada tindakan.
"Apa susahnya untuk ramah kepada masyarakat. ASN harus melayani masayarakat sebaik-baiknya. Masyarakat adalah raja. Mereka sudah mempercayakan kita untuk melayani mereka," ujarnya.