Proses KB Vasektomi oleh tim dokter KBB. ft ist
RAGAM DAERAH-- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB), memberikan pelayanan KB serentak dalam rangkaian Hari Vasektomi Sedunia dari tanggal 1 s/d 30 November 2025 yang diselengarakan di Puskesmas Batujajar.
Kepala Bidang KB/KR DP2KBP3A KBB, Aam Lia Kartipah menyebutkan, sudah terlayani 139 akseptor vasektomi. "Kamis 27 November sudah terlayani 72 akseptor vasektomi kemungkinan akan terus bertambah," ujar Aam, Jumat 28 November 2025.
Aam menyebutkan, peserta akseptor vasektomi berasal dari 16 kecamatan telah melampuai target. "Tahun 2025 KBB hanya ditarget 52 akseptor dan saat ini kurang lebih sudah mencapai 200 akseptor," sebut Aam.
Aam mengakui, pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal masyarakat penerima bansos harus ikut vasektomi berdampak besar dalam keikut sertaan masyarakat dalam KB tersebut. Kendati begitu, kata Aam, tidak serta merta masyarakat bisa ikut KB vasektomi. "Vasektomi ada syaratnya tidak bisa masyarakat pasangan usia subur ikut serta tapi bagi mereka yang tidak berniat punya anak lagi baru bisa," tuturnya.
Beberapa dokter di KBB terlibat dalam penanganan medis KB vasektomi. Salah satunya yang sudah terlatih adalah Kepala Puskesmas Gununghalu, dr Eddy Junaedi yang sudah mengantongi sertifikat dari BKKBN.
Dalam kegiatan tersebut ada peserta luar biasa, yakni salah seorang dr di KBB menjadi peserta KB Vasektomi. "Luar biasa pada Kamis 27 November 2025 beliau di vasektomi oleh dr Okto," pungkas Aam.
Dikutif berbagi sumber, vasektomi adalah prosedur sterilisasi pria yang dilakukan dengan memotong atau mengikat saluran sperma (vas deferens) untuk mencegah sperma keluar saat ejakulasi. Ini adalah metode kontrasepsi permanen yang efektif untuk mencegah kehamilan.
Vasektomi tidak mempengaruhi libido atau kemampuan seksual pria, dan prosedur ini relatif sederhana dan aman. Namun, penting untuk mempertimbangkan keputusan ini dengan matang, karena vasektomi dianggap sebagai metode kontrasepsi permanen dan tidak dapat dibalik dengan mudah. ***