Pria paruh baya diangkut menggunakan ekskavator viral di media sosial. ft screnshoot
RAGAM DAERAH-- Pria paruh baya diangkut menggunakan ekskavator viral di media sosial. Pria tersebut dalam kondisi sakit dan hendak dibawa ke klinik terdekat di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Video diunggah akun TikTok @bppberkahpalaputra, menampilkan seorang lansia yang menaiki alat berat ekskavator saat melintasi jalan Kampung Cipendeuy menuju Jalan Desa Jati, Kecamatan Saguling.
Kasi Pemerintahan (Tapem) Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Iyep Saripudin, membenarkan bahwa lansia dalam video itu warga Desa Jati.
“Namanya A. Asmara Wijaya, biasa dipanggil Abah Dalang, usia 75 tahun beralamat di Kampung Cipendeuy RT03/04, Betul itu warga Desa Jati,” ujar Iyep Saripudin saat dihubungi, Senin 15 Desember 2025.
Iyep menjelaskan, jarak rumah Abah Dalang menuju fasilitas kesehatan cukup jauh dengan kondisi jalan yang terjal dan sulit dilalui. Kebetulan, di Kampung Cipendeuy sedang berlangsung perbaikan jalan yang merupakan program bantuan dari Gubernur Jawa Barat.
“Awalnya mau digendong, tapi karena medan jalannya terjal, teknisi ekskavator berinisiatif membantu evakuasi agar Abah Dalang bisa sampai ke jalan desa kemudian dibawa naik motor untuk dibawa ke Bidan Desa” katanya.
Saat ini kondisi Abah Dalang berangsur membaik dan pihak desa telah memberikan bantuan kebutuhan dasar.
“Kepala desa bersama unsur Forkopimcam juga sudah meninjau langsung Abah Dalang. Alhamdulillah, setelah mendapatkan perawatan, kondisinya berangsur membaik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Saguling, Burhan, mengatakan, hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan bahwa Abah Dalang memiliki riwayat penyakit maag.
“Awalnya setelah minum kopi, yang bersangkutan mengalami muntah-muntah kemudian dibawa ke bidan terdekat,” jelas Burhan.
Setelah mendapat penanganan intensif dari tenaga kesehatan Puskesmas Saguling, kondisi Abah Dalang kini semakin membaik.
“Alhamdulillah, kondisi pasien sudah mulai membaik,” tutupnya.
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi dan menjadi perhatian publik. "Kami mengakui bahwa penanganan awal dari tingkat desa dan kecamatan belum berjalan cepat,” ujarnya.
Menurut Bupati, rumah Abah Dalang berada di pinggir Waduk Saguling, di area yang sedang dalam proses pembukaan jalur untuk pembangunan jembatan apung.
“Akses menuju lokasi bukan dikarenakan jalan rusak, melainkan pembukaan jalur sehingga belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur itu pun merupakan akses tunggal menuju tempat tinggal Abah,” jelas Jeje.
Ekskavator digunakan sebagai solusi sementara karena alat berat tersebut sedang berada di lokasi pekerjaan.
“Atas pertimbangan kondisi darurat serta permintaan yang bersangkutan, pekerja proyek dan warga setempat secara inisiatif mengantar Abah Dalang menggunakan ekskavator sejauh kurang lebih 350 meter menuju akses utama, agar lebih mudah dibawa ke fasilitas kesehatan,” paparnya.
Jeje menekankan bahwa ekskavator bukan karena ketidaksiapan fasilitas, melainkan situasi pembangunan yang sedang berlangsung.
“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan penanganan kondisi darurat di wilayah dengan akses terbatas dapat dilakukan lebih cepat, lebih sigap, dan lebih berorientasi pada keselamatan warga,” pungkasnya **