Tulisan Populer

Tidak Ada Esensinya Mengganti Nama Kabupaten Bandung Barat

Posted on Jun 23, 2025.

Oleh Acep Hud Syalehudin Ketua DPD PKS KBB. Ft dari facebook


SALAH satu alasan yang sering dipakai dalam wacana perubahan nama Kabupaten Bandung Barat (KBB) adalah anggapan bahwa, nama ini hanya menunjukkan arah mata angin dan tidak mencerminkan identitas kultural atau historis yang khas dan susah di "branding". Namun jika kita telisik lebih dalam, alasan ini justru tidak berdasar dan tidak kuat secara logika maupun preseden internasional.

Mari kita ambil contoh: banyak negara atau wilayah di dunia yang namanya memang menggunakan arah mata angin, dan mereka tidak merasa inferior karenanya.

Negara atau Wilayah Bernama Arah Mata Angin

  1. Korea Selatan – menggunakan kata “selatan” (South Korea), namun wilayahnya tidak berada di bagian selatan dunia, melainkan hanya berada di bagian selatan Semenanjung Korea.

  2. Afrika Selatan (South Africa) – berada di ujung selatan benua Afrika, tapi tetap menjadi negara yang kuat tanpa perlu mengganti nama.

  3. Sudan Selatan (South Sudan) – negara baru hasil pemisahan, tetap menggunakan arah sebagai identitas geografis-politik.

  4. Irlandia Utara (Northern Ireland) – bagian dari Britania Raya, tidak pernah dipersoalkan soal nama.

  5. Vietnam Utara dan Vietnam Selatan (sebelum reunifikasi).

  6. Australia Barat (Western Australia), India Timur Laut, Jerman Timur dan Barat (sebelum reunifikasi), dan banyak lainnya.

Artinya, menggunakan arah mata angin sebagai nama bukanlah hal yang aneh atau memalukan. Justru ia memberikan penanda wilayah yang jelas, lugas, dan kontekstual. Tidak ada satupun negara di atas yang merasa perlu ganti nama demi pencitraan atau simbolik belaka.

Bandung Barat: Arah yang Menunjukkan Perjuangan

Kabupaten Bandung Barat memang lahir dari wilayah barat Kabupaten Bandung induk. Tapi lebih dari itu, nama “Bandung Barat” adalah simbol perjuangan rakyat di kawasan ini—yang menginginkan pemerintahan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan perhatian yang lebih adil dari pusat kekuasaan.

Mengganti nama KBB hanya karena soal “arah mata angin” sama saja dengan menghapus jejak sejarah dan mengabaikan alasan utama berdirinya kabupaten ini pada tahun 2007.

Tidak Ada Esensinya Mengganti Nama

Secara substansi, mengganti nama tidak akan menambah kesejahteraan rakyat, tidak akan mempercepat pembangunan, dan tidak akan menyelesaikan persoalan pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur.

Risiko Besar, Manfaat Kecil

Perubahan nama akan menimbulkan konsekuensi administratif dan anggaran yang tidak kecil:

  1. Semua dokumen, papan nama, sistem informasi, hingga arsip hukum harus diubah.

  2. Masyarakat akan mengalami kebingungan, terutama dalam urusan administrasi dan pelayanan publik.

  3. Potensi konflik persepsi dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat tidak bisa dihindari.

Padahal, Kabupaten Bandung Barat masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: pengangguran, ketimpangan pembangunan antarwilayah, persoalan lingkungan, serta tata kelola birokrasi yang perlu diperbaiki.

Apakah mengganti nama akan menjawab itu semua? Jelas tidak.

Apalagi jika perubahan nama ini tidak berangkat dari aspirasi luas masyarakat, melainkan dari keinginan segelintir elite politik atau wacana personal tanpa landasan akademik dan kebutuhan nyata.

Jangan Korbankan Sejarah untuk Simbolik

Bandung Barat bukan sekadar arah mata angin. Ia adalah arah perjuangan. Bandung Barat bukan cuma soal nama. Ia adalah hasil jerih payah rakyat dan para pendirinya sehingga mengganti namanya saat ini tidak punya esensi apa-apa.

Jika pemimpin ingin meninggalkan warisan, tinggalkanlah kebijakan dan kerja nyata, bukan sekadar nama baru yang kosong makna.

Sederhananya, perubahan nama akan menguras energi tanpa menjamin perbaikan apa pun bagi rakyat.

Jaga Komitmen Awal Pendirian KBB

Mari kita ingat kembali bahwa tujuan pendirian KBB adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, dan menciptakan pemerataan. Semangat ini harus terus dijaga dan dijadikan pegangan oleh pemimpin daerah—bukan malah dibelokkan pada urusan nama yang tidak substansial.

Kita tidak butuh nama baru. Yang kita butuhkan adalah pemimpin baru dengan semangat lama, yaitu keberpihakan pada rakyat. Yang kita perlukan bukan pergantian identitas, tetapi perbaikan integritas dan kinerja birokrasi, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang merata, serta pembangunan infrastruktur yang menyentuh hingga pelosok desa.

Penutup

Perubahan nama hanyalah pengalihan isu yang justru melemahkan esensi pembangunan. Kabupaten Bandung Barat adalah rumah kita bersama. Jangan rusak sejarahnya hanya demi kepentingan sesaat. Sebab yang dibutuhkan rakyat bukan nama baru, melainkan kehidupan yang lebih baik. Sebagai tambahan informasi dan contoh kota-kota di dunia yang menggunakan arah mata angin (utara, selatan, timur, barat) dalam nama resminya dan tetap dipertahankan tanpa ada wacana mengganti nama.

🔹 Amerika Utara

  1. West New York – Kota di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat.

  2. North Las Vegas – Kota mandiri di Nevada, terpisah dari Las Vegas.

  3. South Bend – Kota di Indiana, terkenal sebagai lokasi Universitas Notre Dame.

  4. East Los Angeles – Kawasan padat penduduk di California.

  5. North Miami – Kota di negara bagian Florida.

  6. West Palm Beach – Kota di Florida, tetap mempertahankan nama arah mata angin.

  7. South San Francisco – Kota di Bay Area, California, bukan bagian dari San Francisco pusat.

🔹 Eropa

  1. Southampton – Kota pelabuhan besar di Inggris, tetap dengan nama “selatan”.

  2. Eastbourne – Kota di pesisir selatan Inggris.

  3. Northampton – Kota tua di Inggris, tak pernah diganti namanya.

  4. Westminster – Salah satu wilayah terkenal di London, Inggris.

  5. East Berlin – Sebelum reunifikasi Jerman, bagian dari ibu kota Jerman Timur.

🔹 Asia

  1. North Jakarta (Jakarta Utara) – Wilayah administratif resmi di DKI Jakarta, Indonesia.

  2. South Tangerang (Tangerang Selatan) – Kota mandiri di Banten, tidak pernah ada wacana ganti nama.

  3. East Delhi, North Delhi, South Delhi – Wilayah administratif resmi di ibu kota India.

  4. South Mumbai – Wilayah elite di kota Mumbai, India.

  5. South Seoul – Kawasan seperti Gangnam di bagian selatan kota Seoul, Korea Selatan.

🔹 Afrika

  1. South Gaborone – Wilayah administratif di ibu kota Botswana.

  2. East London – Kota pelabuhan di Eastern Cape, Afrika Selatan.

🔹 Australia

  1. South Brisbane, North Melbourne, East Perth – Bagian kota besar di Australia, diakui secara resmi.

  2. Western Sydney – Kawasan metropolitan besar, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Penggunaan nama arah mata angin dalam penamaan kota adalah hal yang wajar dan diterima secara global. Tidak ada keharusan atau urgensi menggantinya hanya karena dianggap "kurang keren" atau "kurang mencerminkan identitas lokal". Sebaliknya, identitas kota dibangun melalui sejarah, pembangunan, dan budaya masyarakatnya, bukan sekadar dari nama.

Kalau mau mengganti kenapa tidak memulai dari Jawa Barat yang menunjukkan arah mata angin padahal posisinya tidak di barat menurut orang sumatra, kalimantan dan lain-lain. ***

Jelajahi :