Unur Teken MoU Bidang Pendidikan dengan Pemkab Bandung Barat

 

foto humas KBB
Pj Bupati KBB, Dadang M Ma’soem (kiri) menunjukkan draf MoU bersama Rektor Unur Bandung, Suparman ST, MM.

NGAMPRAH – Universitas Nurtanio (Unur) Bandung akan mengabdikan diri di bidang pendidikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pengabdian tersebut tertuang dalam MoU (nota kesepahaman) tentang kerjasama dalam bidang pendidikan, pengabdian pada masyarakat, penelitian dan bidang lainnya yang ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, di Gedung Utama Komplek Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Ngamprah, Senin (3/9/2018).

Rektor Unur Bandung, Suparman ST, MM mengatakan, kerjasama dengam Pemkab Bandung Barat sudah lama dijalin. Hal tersebut, secara tidak langsung, beberapa mahasiswanya berasal dari KBB melakukan penelitian di sekitar KBB. “Sebagai salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat, jami memiliki desa binaan, yakni Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah melalui pembinaan pembuatan website, transfer ilmu tentang teknik informatika hingga mengajarkan blokade terhadap situs-situs terlarang yang tidak boleh diakses oleh anak-anak di bawah umur,” terangnya.

Meskipun demikian, kara Suparman, bahwa baru kali ini ada MoU yang jelas antara universitas yang dipimpinnya dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Suparman berharap, kerjasama ini bisa dilakukan secara berkelanjutan sehingga bisa dirasakan lebih jauh manfaatnya oleh masyarakat KBB.

“MoU yang dilaksanakan saat ini memang hanya untuk satu tahun ke depan saja, tapi diharapkan bisa ditindak lanjuti lebih jauh kelak. Sebab kerjasama semacam ini idealnya dilaksanakan dalam tempo lima tahunan,” imbuhnya.

Pj. Bupati Bandung Barat, H. Dadang Mohamad Ma’ soem mengaku gembira dengan adanya perjanjian kerjasama ini. Karena berdasarkan pengalamannya ketika bertugas keluar negeri, kerjasama pemerintah dengan akademisi idealnya dilakukan dengan universitas bukan langsung dengan pihak ketiga.

“Jadi di luar negeri jarang sekali konsultan yang berasal dari luar universitas. Tapi jika dinilai ada kekurangan, maka universitas tersebut yang menggandeng pihak ketiga. Sedangkan di Indonesia, saya melihat hanya beberapa universitas saja yang dimanfaatkan oleh pemerintah, sedangkan mayoritas lainnya dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Dadang menuturkan, bahwa momentum ini juga bisa dijadikan kesempatan untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat sebagai bentuk pengabdian universitas pada masyarakat yan berkolaborasi dengan pemerintah. (**)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *