Urusan Perut, Karyawan RSUD Cikawet Demo Bentangkan Spanduk Protes

CIKALONGWETAN– Jika sudah urusan perut siapun bisa saja nekad. Hal tersebut terjadi pada ratusan karyawan RSUD Cikalongwetan (Cikawet) berstatus tenaga kerja kontrak (TKK).

Mereka nekad membantangkan spanduk lantaran hampir 4 bulan tak mendapat gaji.

Spanduk protes karyawan RSUD Cikalongwetan yang terbentang di halaman rumah sakit. Ft istimewa



Salah seorang karyawan RSUD Cikalongwetan menuturkan pada redaksi ragam daerah, 31 Agustus 2020, pihak RSUD Cikalongwetan memberikan surat pemberitahuan bahwa gaji dari September sampai dengan Desember 2020 mengalami keterlambatan.

“Tapi sepertinya pihak rumah sakit kurang mempertimbangkan bagaimana efeknya bagi karyawan jika gaji yang mereka terima mengalami keterlambatan apalagi sampai 4 bulan, ditambah saat pandemi seperti ini tenaga kesehatan dituntut untuk bekerja eksra di luar kebiasaan,” kata sumber yang namanya minta tidak disebutkan kepada redaksi, Minggu (1/11/2020).

Alih-alih mendapatkan insentif dari pekerjaan mereka, yang ada malah hak-haknya belum terpenuhi. Setelah beberapa kali berusaha menanyakan masalah ini kepada pihak manajemen RSUD, tapi tidak membuahkan hasil.

“Akhir perjuangan para karyawan sampai di titik ini. Dimana tadi malam 31 Oktober 2020 terpasang spanduk berisi sindiran dan bentuk protes kepada para petinggi di RSUD Cikalongwetan yang belum juga memberikan solusi gaji kepada karyawanya,” sebutnya. Belum diketahui siapa yang memasang sepanduk itu.

Tulisan di spanduk yang dibentangkan di beberapa titik di lingkungan RSUD Cikalongwetan, tertera “Mana hak karyawan? Jangan hanya bisa memberikan tuntutan kepada karyawan. Pimpinan suka cari pujian sana sini. Karyawan sibuk cari sampingan untuk keluarga yang dikasihi”.

“Atasan makan di restoran mewah karyawan tetap kelaparan. Dimana hati nurani kalian?”.

Dikonfirmasi, Dirut RSUD Cikalongwetan, dr Muhamad Ridwan Putra membenarkan adanya spanduk protes dari karyawan yang berstatus TKK.

“Betul 4 bulan gak gajian tunggu perubahan gak sabar aja,” kata dr Ridwan dirut. Ridwan menyebutkan, jika masalah gaji kewenangannya ada di dinas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KBB, drg Hernawan Widjajanto mengatakan, pihaknya sudah meminta untuk menyelesaikan kepada pihak RSUD. “RSUD Cikalowetan sudah badan layanan umum daerah (BLUD) statusnya. Mungkin karena kondisi COVID-19 pendapatan jadi menurun,” katanya.

Kendati begitu, kata Hernawan, pihak dinas akan memberikan subsidi untuk gaji para TKK yang dimasukan dalam perubahan APBD ini. “Segera akan kita bayarkan,” pungkasnya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *