Warga Kertamulya Protes Kebunnya Tergenang Pengembangan Perumahan Kota Bali

PADALARANG- Warga Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat protes rencana pengembangan Komplek Elit Kota Bali di desa tersebut. Warga protes lantaran lahan perkebunan yang luasnya hampir 5000 meter nyaris tenggelam tergenang air pembangunan ramko atau gorong-gorong proyek tersebut.

“Tanah kami tergenang air, yang tadinya produktif menjadi tidak produktif,” ujar Juhaendi, 45, warga Kampung Cijengjing RT 01/24 Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang, Sabtu (25/11/2017).

Menurut Juhaendi, pembangunan ramko tersebut sudah hampir rampung. Tentunya, dirinya bersama beberapa warga yang memiliki lahan menuntut ganti rugi atas tanah mereka yang tegenang air tersebut. “Jelas dong kami dirugikan. Saya menuntut ganti rugi kepada pengembang, ya kami minta tanah kami dibebaskan,” katanya.

Kondisi di lapangan, tampak air menggenang di sekitar area lahan warga yang tengah di bangun ramko. Pihak Manajemen Kota Bali pun belum bisa dimintai keterangan terkait itu. Saat didatangi kantor dalam keadaan tutup. (wie)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *