Warga Lari Tunggang Langgang, Lomba Balap Marmut Dibubarkan

REMAJA yang tengah berkerumun untuk melakukan lomba balap marmut langsung lari tunggang langgang ketika tim gabungan TNI, Polri, dari Koramil 0820/03 Leces dan Polsek Leces menggerebeg lomba balap marmut Minggu (26/4/2020) sehabis sahur.

Sejak wabah Covid-19 mewabah, segala akivitas kerumunan warga tidak diperbolehkan termasuk lomba balap marmut yang sering berlangsung di sejumlah titik di Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Tengah jelang buka dan sahur.

Tim gabungan mendapati Lomba Marmut di Dusun Ko’ong Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo setelah mendapat laporan warga. Tim pun bergerak cepat, dan membubarkan warga yang tengah berkerumun tersebut.

“Kami dapat informasi dari masyarakat dan kebetulan Anggota Polsek Leces bersama Puket Koramil 0820/03 Leces sedang patroli. Setelah kami selidiki, ternyata benar adanya informasi warga tentang lomba marmut tersebut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Leces, Apri.

Selain memberikan imbauan kepada warga soal bahaya corona, Polsek Leces menyita barang bukti berupa marmut yang dipakai lomba, dan sound sistem “Salah satu penyelenggara terpaksa kami bawa ke Polsek Leces, Tindakan ini kami lakukan untuk mengurangi resiko penyebaran covid-19,” pungkasnya.

Seperti diketahui, lomba karapan balap marmut menjadi tradisi bagi warga di sana saat puasa. Layaknya hewan aduan lain, marmut-marmut ini dilatih dan diberi jamu serta vitamin agar bisa berlari cepat dalam lomba tersebut.

Lomba itu seru, area yang dijadikan balap karapan marmut di batasi dengan bambu atau kayu sejauh 30 meter. Selanjutnya marmut yang siap dilomba di cemeti layaknya karapan sapi. Bagi yang tercepat melintasi garis finis dianggap menang dalam lomba tersebut. Biasanya, pihak panitia menyiapkan hadiah uang atau barang elektronik dalam lomba itu. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *