Anggota DPRD Jabar Ini Minta Anggaran
Gerakan Tanam 50 Juta Pohon Diperbesar

Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Golkar, Edi Rusyandi dalam kegiatan kunjungan Komisi II DPRD Jawa Barat ke kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Cianjur, Rabu (3/02/2021).

BANDUNG— Gerakan tanam dan pelihara 50 juta pohon di lahan kritis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2020, diharapkan dilaksanakan secara serius dan massif.

Hal tersebut dikemukakan Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Golkar, Edi Rusyandi dalam kegiatan kunjungan Komisi II DPRD Jawa Barat ke kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Cianjur, Rabu (3/02/2021).

“Kita berharap ini menjadi program yang diseriusi pemprov Jabar dalam ikhtiar mengatasi lahan kritis dan perbaikan lingkungan di Jawa Barat. Gerakan 50 juta pohon bukan perkara mudah. Tidak hanya menanam, tapi juga merawatnya. Harus benar-benar massif dan dieksekusi di lapangan,” ujar Edi Rusyandi.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini, lahan kritis di Jawa Barat hampir mencapai satu juta hektare. Demikian pula indeks kualitas lingkungan hidup termasuk yang terburuk secara nasional.

“Artinya alam dan lingkungan kita ini dalam situasi krisis, maka dari itu butuh kerja-kerja aksi massal dalam menjalankan program tersebut. Perlu pelibatan banyak pihak dan dukungan anggaran. Jika, anggarannya alakadar, ya jangan harap program tersebut tercapai”, imbuhnya.

Wakil Ketua GP Ansor Jabar ini juga berharap dalam menjalankan program gerakan tanam 50 juta pohon tidak hanya melibatkan stakeholder provinsi, tapi juga mendorong elemen-elemen pemerintah kabupaten hingga pemerintahan desa terutama kalangan petani sebagai aktor utama di lapangan.

Dalam penyediaan bibit pohon, menurut legislator dapil Bandung Barat ini tidak hanya menyediakan pohon keras jenis kayu tapi juga disediakan sebanyak mungkin pohon buah-buahan. Sebab, pohon kayu ini dipastikan dalam beberapa tahun akan ditebang.

“Stok bibitnya disediakan. Bukan hanya pohon kayu tapi juga pohon buah buahan. Pohon buah akan lebih bertahan lama jadi konsumsi masyarakat dan bisa bernilai ekonomia. Ajak petani sebagai sebagai pelaku utama penghijauan. Mereka lebih faham area dilingkungannya”, papar Edi Rusyandi.

Edi juga mendorong agar pada setiap desa dilaksanakan tempat pembibitan. Hal ini akan lebih memudahkan akses dan mengefisienkan eksekusi program di lapangan.

“Tiap desa memiliki kebun bibit. Setiap kebun menyemai 100.000 bibit. Ditanam dan dipelihara oleh petani setempat dengan jenis pohon buah sesuai dengan area setempat. Lakukan kontrol dan pengawasan. Insyaalloh program ini dapat terealisasi sesuai dengan harapan”, pungkas mantan Ketua PMII Jabar ini. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *