Istri Bupati Bandung Terpilih Sapa “Anak Kampung Madur”

Istri Bupati Bandung terpilih, Hj. Emma Dety Supriatna saat mengunjungi lokasi perkebunan Komunitas “Anak Kampung Madur”, di Kampung Madur, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/2/21). Ft istimewa

SOREANG— Istri Bupati Bandung terpilih, Hj. Emma Dety Supriatna mengunjungi lokasi perkebunan Komunitas “Anak Kampung Madur”, di Kampung Madur, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/2/21).

Emma mengapresiasi dan menyatakan support-nya atas kegiatan Komunitas “Anak Kampung Madur” yang melibatkan anak-anak dengan memberikan edukasi dan wawasan kepada anak-anak untuk mencintai alam dan bertani.

Saat ia tiba di lokasi, puluhan anak-anak SD antusias menyambut dengan riang gembira, sambil memetik tanaman hidroponik hasil tani mereka. Emma pun memotivasi agar anak-anak tetap mengikuti kegiatan bercocok tanam di kebun di sela kegiatan sekolahnya.

“Dengan adanya edukasi pertanian dan wawasan lingkungan di Kampung Madur ini bisa memotivasi anak-anak untuk mau bertani dan mencintai lingkungannya sejak dini. Mereka bisa menjadi petani-petani cilik. Bahkan nantinya di sini bisa dikembangkan menjadi lokasi agro wisata, sehingga dapat lebih mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” ucap Teh Emma, sapaan istri Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna ini.

Di Kampung Madur ini ada lahan seluas lima hektare yang turut digarap oleh warga kampung. Bahkan tersedia buku-buku bacan anak-anak sampai buku mewarnai, untuk menambah wawasan mereka khususnya terkait pertanian atau berkebun. Ada juga peternakan ayam dan ikan lele di Kebon Madur ini.

Detty pun menyarankan pemilik lahan dan Komunitas Anak Kampung Madur untuk membentuk kelompok tani mandiri dan menerapkan sistem pertanian tumpang sari di kebunnya, agar terlihat multi manfaatnya, sekaligus dalam rangka pengembangan destinasi agro wisata.

“Lokasi kebon Anak Kampung Mardur ini bisa dikembangkan nantinya menjadi obyek agrowisata. Kita akan support nanti apa saja yang dibutuhkan baik dari sarana maupun prasarananya,” ungkap Teh Emma.

Founder Komunitas “Anak Kampung Madur”, Erna Septianti mengaku bersyukur dan berterimakasih atas kunjungan dari istri Bupati Bandung terpilih ini. Erna tidak menyangka perkebunan Anak Kampung Madur mendapat respon dari istri Bupati Bandung terpilih dengan langsung menyambangi kebunnya.

 

“Tiba-tiba saya dihubungi bahwa Ibu ingin bersilaturahmi ke sini untuk melihat kegiatan anak-anak Komunitas Kampung Madur dalam bertani,” ungkap Kak Bree, demikian anak-anak Kampung Madur memanggil Erna.

Menurutnya anak-anak Kampung Madur di sini belajar untuk menanam seperti tanaman kangkung, cabe, tomat, singkong, ubi jalar, dan tanaman hidroponik lainnya. Anak-anak ini bisa mendapat beragam manfaat mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya sama sekali karena kegiatan ini non komersil.

Kak Bree menyambut baik saran dari istri Bupati Bandung terpilih agar ke depan Kebon Madur ini bisa dikembangkan menjadi lokasi agrowisata.

“Saya juga memang mendapat amanah dari keluarga agar lahan ini bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar kampung,” ungkap Kak Bree.***

 

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *