Sekian lama lembaga pendidikan dari mulai TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA sampai dengan perguruan tinggi termasuk juga pondok pesantren terhenti pembelajaran di kelas dengan tatap muka dialihkan dengan pola pembelajaran di rumah dengan media daring dan luring walaupun dalam pelaksanaan tidak terlepas dari hambatan.

Hal ini bagian dari ikhtiar pemerintah dan lembaga pendidikan pondok pesantren dalam memutus rantai penyebaran wabah dan menangkal wabah sehingga lembaga pendidikan di pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya tidak menjadi klaster penyebaran covid -19.

Saat ini lembaga pendidikan di pondok pesantren berangsur sudah mulai berdatangan santri dari berbagai daerah kembali ke pondok pesantren untuk ngaji dan belajar.

Sementara pondok pesantren di dalam menyambut kedatangan santri kembali dengan persiapan, fasilitas dan skema protokol kesehatan mandiri dan seadanya yang seharusnya pemerintah hadir didalamnya. Namun hal Ini tidak mengurangi semangat para santri untuk kembali mengaji dan belajar di pondok pesantren.

Perlu diketahui bahwa pembelajaran di pondok pesantren tentu jadwalnya berbeda dengan pendidikan umum lainnya dimana kegiatan pembelajaran pesantren sudah dimulai sebelum masuk sekolah. Selain itu keberadaan pondok pesantren memiliki peran yang signifikan di masyarakat dan strategis di dalam menangkal wabah karena di pesantren santri mengenal dan memiliki prinsip anna dhofatu minal iiman (kebersihan sebagian dari iman).

Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat maupun di daerah, termasuk di jawa barat daerah yang berbasis pondok pesantren dan sepatutnya untuk diperhatikan dari sisi dampak kesehatan, ekonomi, serta dilibatkan dalam menangkal wabah disaat nanti penerapan New Normal ditengah wabah yang masih masif penyebaran dimasyarakat.

Dilihat dari data masih terdapat peningkatan secara nasional baik itu terpapar pada anak yang positif sekitar 831 tertanggal 23 Mei 2020 (sumber kemenkes RI) ini menunjukkan rentan anak terpapar wabah, data selain dari itu terkonfirmasi orang positif pada 2 juni 2020 ada penambahan 609 sehingga total 27.549 (sumber gugus covid-19 Nasional).

Ini menunjukan pemerintah belum bisa menekan penyebaran wabah ditengah masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting sebagai pemangku kebijakan untuk saling bersinergi melibatkan tokoh dan pimpinan pondok pesantren menangkal wabah dan disaat penerapan new normal di tengah wabah. ****
Saiful Rachman (Ketua LAKPESDAM PCNU KBB, pegiat pendidikan dan UMKM)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *